SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Aktivitas penyeberangan penumpang laut selama masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, terpantau berjalan aman dan terkendali meski jumlah penumpang mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan rekapitulasi terbaru Kantor KSOP Kelas IV Selatpanjang hingga H+5 atau 30 Desember 2025, total pergerakan penumpang tercatat 32.654 jiwa, turun 4,45 persen dibandingkan Nataru 2024/2025 yang mencapai 34.173 penumpang.
Dari total tersebut, penumpang datang (turun) tercatat sebanyak 15.190 jiwa, turun 1,89 persen, sedangkan penumpang berangkat (naik) mencapai 17.464 jiwa atau mengalami penurunan lebih tajam sebesar 7,23 persen.
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T., M, mengatakan penurunan paling signifikan terjadi pada arus keberangkatan. Meski demikian, aktivitas pelayaran pada rute-rute utama tetap berlangsung normal tanpa hambatan berarti.
“Secara umum arus penumpang masih terkendali. Penurunan lebih terasa pada penumpang berangkat, namun tidak berdampak pada kelancaran operasional pelabuhan,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).
Secara komposisi, penumpang domestik masih mendominasi pergerakan Nataru dengan porsi sekitar 90 persen, sementara penumpang internasional hanya berkisar 8–10 persen, terutama dari dan menuju Malaysia.
Untuk rute pelayaran, Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Buton masih menjadi jalur paling padat. Keberangkatan menuju Tanjung Balai Karimun mencapai 27,9 persen, disusul Tanjung Buton 24,1 persen.
Sementara kedatangan terbanyak berasal dari Tanjung Buton sebesar 25,1 persen dan Tanjung Balai Karimun 24,6 persen.
Pola pergerakan penumpang menunjukkan puncak keberangkatan terjadi pada H-1 hingga Hari Natal, sedangkan arus kedatangan mulai meningkat sejak H+3 hingga H+5, seiring pergerakan arus balik pascalibur.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, menegaskan pengawasan di Pelabuhan Tanjung Harapan tetap diperketat selama periode Nataru. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan tidak lengah meskipun arus penumpang cenderung menurun.
“Walaupun jumlah penumpang turun, pengawasan tetap maksimal. Faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama, apalagi kondisi cuaca laut tidak selalu bersahabat,” tegasnya saat meninjau pelabuhan, kemarin (30/12/2025).
KSOP Kelas IV Selatpanjang memastikan ketersediaan armada penyeberangan masih mencukupi hingga akhir masa Nataru.
Pemantauan arus penumpang dan kesiapan kapal akan terus dilakukan sampai perayaan Tahun Baru 2026 guna menjamin keamanan dan kelancaran transportasi laut di wilayah Kepulauan Meranti. (wir)
Editor : M. Erizal