Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jaringan Telekomunikasi di Meranti Lumpuh, Ini Penyebabnya

Wira Saputra • Minggu, 4 Januari 2026 | 22:44 WIB
Ilustrasi BTS oleh provider untuk perawatan jaringan telekomunikasi yang pada saat pandemi Covid-19 ini sangat vital keberadaanya. Terutama jaringan internet. (ISTIMEWA)
Ilustrasi BTS oleh provider untuk perawatan jaringan telekomunikasi yang pada saat pandemi Covid-19 ini sangat vital keberadaanya. Terutama jaringan internet. (ISTIMEWA)

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO)- Jaringan telekomunikasi telepon dan internet di sebagian besar wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami gangguan serius hingga lumpuh total sejak Ahad malam (4/1/2026).

Gangguan ini mulai dirasakan warga sekitar pukul 19.15 WIB dan berdampak luas hingga ke Selatpanjang, pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Akibat gangguan tersebut, hampir seluruh layanan komunikasi tidak dapat digunakan. Namun berdasarkan pantauan di lapangan, hanya jaringan provider Tri yang masih dapat mengakses jaringan telekomunikasi, sementara operator lainnya tidak dapat digunakan baik untuk layanan telepon maupun internet.

Kepada Riau Pos, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhlisin SKom membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyatakan bahwa gangguan jaringan terjadi hampir merata di wilayah Kepulauan Meranti sejak malam hari.

“Benar, saat ini terjadi gangguan jaringan telekomunikasi di sebagian besar wilayah Kepulauan Meranti. Informasi sementara yang kami terima, gangguan ini disebabkan putusnya kabel jaringan akibat sisa patahan Jembatan Panglima Sampul yang sebelumnya ambruk,” ujar Muhlisin.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan upaya koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk operator telekomunikasi dan instansi teknis lainnya, guna mempercepat penanganan dan pemulihan jaringan.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan operator dan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik agar jaringan bisa segera normal kembali. Kami mohon masyarakat bersabar,” tambahnya.

Sementara itu, gangguan jaringan ini memicu keluhan luas dari masyarakat. Warga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga, menjalankan usaha, hingga mengakses layanan publik dan perbankan digital.

“Sejak pukul tujuh lewat malam jaringan langsung hilang. Telepon tidak bisa, internet mati total. Hanya Tri yang masih hidup, itupun tidak stabil,” keluh Andre, warga Selatpanjang.

Keluhan serupa disampaikan pelaku usaha dan pekerja daring yang terdampak langsung. Banyak transaksi tertunda, aktivitas perkantoran terganggu, hingga layanan pendidikan berbasis daring tidak dapat berjalan.

“Operator lain benar-benar mati. Kalau tidak pakai Tri, kami sama sekali tidak bisa komunikasi,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait estimasi waktu pemulihan jaringan secara menyeluruh.

Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh, mengingat jaringan telekomunikasi merupakan infrastruktur vital, terlebih bagi Selatpanjang sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti.(wir)

 

Editor : Edwar Yaman