Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Patahan Jembatan Panglima Sampul di Kepualuan Meranti Lumpuhkan Jaringan Telekomunikasi

Wira Saputra • Selasa, 6 Januari 2026 | 12:39 WIB
Kondisi Jembatan Panglima Sampul setelah ambruk ke Sugai Perumbi, Senin (5/1/2026) siang.
Kondisi Jembatan Panglima Sampul setelah ambruk ke Sugai Perumbi, Senin (5/1/2026) siang.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Jembatan Panglima Sampul di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali ambruk. Kali ini, runtuhnya terjadi di sisi Desa Gogok pada Ahad malam (4/1) sekitar pukul 19.13 WIB, menyusul keruntuhan sebelumnya di sisi Desa Alai pada Mei 2024.

Dengan ambruknya kedua sisi, jembatan yang dibangun pada 2002 itu kini benar-benar jatuh ke Sungai Perumbi dan tidak lagi menyisakan fungsi apa pun sebagai penghubung antarwilayah. 

Struktur jembatan dilaporkan tak mampu lagi menopang beban akibat kondisi pondasi yang menurun, material yang menua, serta penyangga yang telah lama mengalami kerusakan.

Pantauan di lokasi, Senin (5/1) pagi, menunjukkan badan jembatan sepanjang kurang lebih 210 meter menutup total alur Sungai Perumbi. Akibatnya, aktivitas transportasi air terhenti. Kapal nelayan, perahu pengangkut hasil produksi, hingga angkutan sagu dan arang dari wilayah hulu tidak dapat lagi melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhamad Fahri, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini belum tersedia solusi cepat untuk membuka kembali akses pelayaran di Sungai Perumbi.

’’Benar, Jembatan Panglima Sampul kembali ambruk. Saat ini belum ada solusi cepat karena akses sungai tertutup total. Selain itu, penanganan jembatan ini juga bukan sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah,’’ ujar Fahri.

Menurutnya, langkah yang memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, khususnya terkait upaya pemindahan sisa rangka jembatan yang menutup alur sungai.

’’Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan memindahkan bangkai jembatan agar alur sungai dapat dibuka kembali,’’ tambahnya.

Fahri menegaskan, kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat karena Sungai Perumbi merupakan jalur transportasi utama bagi masyarakat, terutama nelayan dan pelaku usaha di kawasan hulu.

Selain memutus akses transportasi darat dan sungai, ambruknya jembatan juga berdampak serius terhadap jaringan komunikasi. Sejak Ahad malam, jaringan telepon dan internet di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti, termasuk Selatpanjang, mengalami gangguan berat dan sempat lumpuh hampir delapan jam.

Gangguan mulai dirasakan sekitar pukul 19.30 WIB. Aktivitas komunikasi masyarakat terganggu, pesan tidak terkirim, dan layanan berbasis internet tidak dapat diakses. Jaringan Telkomsel dilaporkan menjadi yang paling terdampak, sementara beberapa provider lain masih berfungsi terbatas.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotik) Kepulauan Meranti, Muhlisin SKom, membenarkan gangguan tersebut. Ia menyebut penyebab utama adalah putusnya kabel fiber optik yang terpasang di badan jembatan dan ikut tertarik saat struktur runtuh.

’’Gangguan jaringan terjadi hampir merata di wilayah Kepulauan Meranti. Informasi sementara yang kami terima, kabel jaringan terputus akibat patahan Jembatan Panglima Sampul,’’ ujar Muhlisin.

Petugas Telkom terlihat melakukan perbaikan sejak malam kejadian dengan membentangkan kabel fiber optik baru. Namun, proses perbaikan terkendala karena titik sambungan kabel di dalam tanah ikut terlepas dan sulit ditemukan.

Jaringan komunikasi baru berangsur pulih sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Selama gangguan berlangsung, warga terpaksa mencari kartu perdana alternatif atau membeli paket data tambahan demi tetap terhubung.

Sementara itu, General Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Sumbagteng Agus Sugiarto yang dihubungi Riau Pos secara terpisah menjelaskan, sehubungan dengan terjadinya penurunan kualitas jaringan Telkomsel di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti pada Ahad (4/1) diakibatkan putusnya kabel serat optik akibat ambruknya Jembatan Panglima Sampul.

‘’Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan Telkomsel dan Indihome atas terjadinya penurunan kualitas jaringan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti,’’ ujar Agus.

Dijelaskannya, sejak pukul 03.00 WIB, Senin (5/1) layanan jaringan Telkomsel dan IndiHome di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti telah pulih kembali dan dapat digunakan secara normal. Pemulihan ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan percepatan perbaikan infrastruktur jaringan.

‘’Terima kasih atas kesetiaan pelanggan selama ini dalam menggunakan ragam produk dan layanan kami,’’ katanya.(wir/hen)

Editor : Arif Oktafian
#lumpuh #jaringan telekomunikasi #Jembatan Panglima Sampul #meranti