SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Tradisi perang air yang setiap tahun memeriahkan perayaan Imlek di Selatpanjang kembali mendapat panggung lebih luas.
Festival Perang Air Kabupaten Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026.
Dengan demikian helat akbar ini tidak lagi sekadar agenda lokal, tetapi menjadi bagian dari kalender promosi pariwisata nasional yang akan dipublikasikan oleh Kementerian Pariwisata kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dalam keputusan tersebut, Kementerian Pariwisata menetapkan sebanyak 125 event dari seluruh Indonesia sebagai KEN 2026, terdiri dari 10 Top KEN dan 115 KEN reguler. Festival Perang Air Kepulauan Meranti menjadi salah satu yang dinilai layak karena memiliki kekuatan tradisi, partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dampak ekonomi yang nyata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebut penetapan ini sebagai peluang besar untuk memperluas jangkauan promosi budaya Meranti.
“Festival Perang Air ini bukan hanya hiburan, tapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita dinilai punya daya tarik nasional,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Menurut Syaiful, pemerintah daerah saat ini mulai menyiapkan sejumlah langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan festival berjalan aman, bersih, dan ramah lingkungan.
“Kami ingin wisatawan datang bukan hanya untuk seru-seruan, tapi juga nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.
Selain promosi nasional, event yang masuk KEN juga mendapat pendampingan teknis dari Kementerian Pariwisata, baik dalam tata kelola acara, publikasi, maupun penguatan dampak ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih atas pengakuan ini. Harapan kami, festival ini bukan hanya mengangkat nama daerah, tapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan memberi kesan baik bagi wisatawan,” ujarnya.
Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang berlangsung di jalan-jalan utama Selatpanjang selama beberapa hari dalam rangkaian perayaan Imlek.
Ribuan orang dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan kota kecil di pesisir Riau itu berubah menjadi pusat keramaian dan perputaran ekonomi.
Rincian jadwal pelaksanaan dan rangkaian kegiatan Festival Perang Air 2026 akan diumumkan panitia setelah seluruh persiapan teknis dirampungkan.
Pemerintah daerah berharap, dengan status sebagai event nasional, kunjungan wisatawan ke Kepulauan Meranti akan terus meningkat dan memberi dampak jangka panjang bagi sektor pariwisata daerah.
Editor : M. Erizal