Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemkab Meranti Perlu Tenaga Ahli Gizi untuk Program MBG

Wira Saputra • Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:20 WIB
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Dedek Prayudi memantau pembuatan menu makan bergizi gratis di SPPG Palmerah.
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Dedek Prayudi memantau pembuatan menu makan bergizi gratis di SPPG Palmerah.

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) --Keterbatasan tenaga profesional, khususnya di bidang gizi, menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkab Meranti menjajaki kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau dalam penyediaan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) daerah.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar, menyebutkan daerahnya membutuhkan sedikitnya 15 tenaga ahli gizi agar pelaksanaan MBG dapat menjangkau seluruh kecamatan hingga desa-desa terpencil.

"Kami tidak ingin program nasional ini hanya berjalan di pusat kecamatan. Supaya merata, kami butuh tenaga gizi yang cukup dan siap ditempatkan di lapangan," ujar Asmar.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi, termasuk dari UIN Suska Riau, berpeluang besar mengisi kebutuhan tersebut melalui skema PPPK Kementerian, sekaligus membantu daerah mengatasi keterbatasan formasi tenaga kesehatan.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Meranti juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian terapan, dan pengabdian masyarakat yang diarahkan langsung untuk mendukung program pembangunan daerah, seperti penguatan ekonomi desa, pengelolaan potensi sagu, hingga peningkatan kualitas layanan publik.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Meranti tetap mengalokasikan dukungan bagi pendidikan. Pada 2025 lalu, pemerintah daerah menyalurkan beasiswa kepada sekitar 600 mahasiswa dengan total anggaran Rp1,5 miliar sebagai bagian dari upaya menjaga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

"Kami berharap dukungan perguruan tinggi tidak hanya dalam bentuk akademik, tetapi juga solusi nyata terhadap persoalan daerah," kata Asmar.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau, Prof Dr Hj Leny Novianti, menyatakan kampusnya siap mendorong keterlibatan mahasiswa dan lulusan dalam program-program berbasis kebutuhan masyarakat, termasuk melalui KKN tematik, riset terapan, serta penempatan tenaga profesional sesuai kompetensi.

Saat ini UIN Suska Riau memiliki delapan fakultas dan program pascasarjana dengan sekitar 40 program studi, serta lebih dari 25 ribu mahasiswa aktif. Sejak 2024, kampus tersebut juga telah meraih akreditasi unggul dari BAN-PT.

"Kami terbuka untuk menyesuaikan program pengabdian dan riset dengan kebutuhan daerah, termasuk di Kepulauan Meranti yang memiliki karakter wilayah kepulauan dan tantangan layanan dasar," ujar Leny.

Pemkab Meranti berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan atau pertemuan formal, tetapi berlanjut pada program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program nasional dan memperkuat kapasitas SDM lokal.

Editor : Rinaldi
#ahli gizi #Pemkab Kepulauan Meranti #program mbg