SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran terjadi di bagian belakang Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Selatpanjang, Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar.
Api dilaporkan muncul dari area belakang gedung. Saat tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB, kobaran api sudah tidak terlihat, namun asap masih mengepul dari bagian yang terbakar. Bagian depan bangunan terpantau dalam kondisi aman tanpa kerusakan.
Satu unit mobil pemadam kebakaran bersama personel langsung melakukan penyemprotan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kepulauan Meranti, Nirwan, mengatakan laporan diterima pihaknya pada pukul 13.11 WIB. Regu yang sedang siaga di markas komando segera dikerahkan ke lokasi. "Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas," ujarnya di lokasi kejadian.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran. "Kami fokus memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke bangunan lain. Untuk penyebabnya masih didalami," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Cabang BSI Selatpanjang, Reza Rilwan, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui setelah alarm asap berbunyi dan petugas keamanan melaporkannya ke ruang operasional. "Kami mengetahui dari bunyi alarm asap sekitar pukul 13.00 WIB," katanya.
Menurut Reza, area yang terbakar merupakan bagian belakang gedung yang digunakan untuk menyimpan sisa material renovasi dan barang tidak terpakai. Lokasinya berada dekat area pantry dan bukan ruang pelayanan nasabah. "Api hanya di bagian luar belakang gedung. Asap sempat masuk ke dalam ruangan, tapi tidak sampai merusak area operasional," jelasnya.
Ia memperkirakan tidak ada kerugian signifikan akibat kejadian tersebut. Perbaikan hanya akan difokuskan pada bagian belakang bangunan yang terdampak.
"Tidak ada dokumen maupun data operasional yang terdampak. Setelah kondisi dinyatakan aman, layanan akan kembali berjalan normal," tutupnya.
Editor : Rinaldi