Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Semarak Imlek, Perang Air dan Ramadan, Mobilitas Laut Meranti Tembus 37 Ribu Orang

Wira Saputra • Senin, 23 Februari 2026 | 18:55 WIB

Capt. Derita Adi Prasetyo memimpin rapat koordinasi dengan instasi terkait.
Capt. Derita Adi Prasetyo memimpin rapat koordinasi dengan instasi terkait.


SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Semarak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang dirangkai dengan Festival Perang Air serta momentum menyambut Ramadan 1447 Hijriah turut mendongkrak mobilitas masyarakat melalui jalur laut di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Lonjakan aktivitas itu tercermin dari data pergerakan penumpang di Pelabuhan Selatpanjang yang menembus 37.634 orang.

Data tersebut dirilis oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Selatpanjang selama periode H-7 hingga H+5 Imlek 2026. Total itu merupakan akumulasi penumpang naik dan turun dengan 655 kunjungan kapal yang bersandar di pelabuhan utama kota sagu tersebut.

Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, melalui Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Ade Kurniawan, menjelaskan bahwa tingginya angka mobilitas tak lepas dari padatnya agenda masyarakat Meranti dalam satu rentang waktu.

“Momentum Imlek tahun ini beririsan dengan Festival Perang Air yang menjadi daya tarik wisata, sekaligus persiapan masyarakat menyambut Ramadan. Jadi pergerakan orang cukup tinggi, baik yang datang maupun yang berangkat,” ujar Ade, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan, secara umum arus penumpang berjalan lancar dan terkendali. Koordinasi antara KSOP, operator kapal, TNI-Polri, serta instansi terkait dinilai efektif dalam menjaga kelancaran aktivitas embarkasi dan debarkasi.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada puncak arus balik H+5 atau 22 Februari 2026. Pada hari tersebut tercatat 3.022 penumpang berangkat dan 672 penumpang datang, sehingga total pergerakan mencapai 3.694 orang.

Jumlah ini meningkat 17,94 persen dibandingkan periode yang sama pada perayaan Imlek tahun sebelumnya.

Selain arus balik, peningkatan juga terlihat pada H-2 Imlek dengan total 4.076 penumpang atau naik 30,52 persen dibandingkan 2025.

Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang pulang kampung untuk merayakan Imlek sekaligus mengikuti tradisi Perang Air yang telah menjadi agenda tahunan daerah.

Meski demikian, pada H+4 tercatat 2.522 penumpang atau turun 36,07 persen dibandingkan tahun lalu. Menurut Ade, fluktuasi tersebut dipengaruhi pola libur panjang dan strategi masyarakat yang memilih kembali lebih awal sebelum puncak arus balik.

Capt. Derita Adi Prasetyo menegaskan bahwa di tengah tingginya mobilitas tersebut, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Kami tidak hanya fokus pada kelancaran arus penumpang, tetapi juga memastikan seluruh kapal memenuhi standar keselamatan dan kelaiklautan. Pengawasan manifes diperketat untuk menghindari kelebihan muatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya menyiagakan posko monitoring terpadu selama periode perayaan, termasuk pengawasan intensif terhadap jadwal kapal dan kondisi cuaca. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keselamatan pelayaran di tengah tingginya aktivitas masyarakat.

“Tren mobilitas ini menjadi gambaran bahwa jalur laut masih menjadi pilihan utama masyarakat Meranti, terutama saat momen besar keagamaan dan budaya berlangsung berdekatan. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk peningkatan layanan ke depan,” tambahnya.

KSOP Selatpanjang mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan keselamatan, membeli tiket melalui agen resmi, serta datang lebih awal ke pelabuhan guna menghindari antrean, terutama pada periode arus balik dan menjelang masuknya bulan Ramadan. (wir)

Editor : M. Erizal
#imlek #pelabuhan selat panjang #perang air