Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kepulauan Meranti Andalkan Jalur Laut, Pembenahan Pelabuhan Tanjung Harapan Tak Bisa Ditunda Lagi

Wira Saputra • Selasa, 3 Maret 2026 | 19:30 WIB

Branch Manager Pelindo Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, dan Bupati Asmar sepakati beberapa perjanjian kersama, di Pelindo Tanjungbalai Karimun.
Branch Manager Pelindo Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, dan Bupati Asmar sepakati beberapa perjanjian kersama, di Pelindo Tanjungbalai Karimun.

SELATPANJANG(RP) - Peningkatan kualitas layanan pelabuhan di Selatpanjang kembali memasuki tahap konkret. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menyepakati kerja sama pengelolaan Pelabuhan Tanjung Harapan serta penataan kawasan pendukungnya.

Kesepakatan tersebut mencakup pengelolaan pelayanan terminal penumpang dan pengaturan lahan Pasar Modern yang berada di kawasan pelabuhan. Langkah ini dinilai penting mengingat posisi pelabuhan sebagai urat nadi transportasi masyarakat Meranti yang bergantung pada jalur laut.

Branch Manager Pelindo Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menyebut kerja sama ini akan difokuskan pada peningkatan standar pelayanan, termasuk pembenahan fasilitas terminal dan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idulfitri 1447 H.

Sejumlah penataan telah dan akan dilakukan sepanjang 2026, di antaranya pembenahan koridor penumpang, peningkatan kapasitas ponton, perbaikan area parkir, hingga penambahan fasilitas pendukung seperti genset cadangan, ruang tunggu, serta layanan air minum gratis bagi penumpang.

“Fokus kami memastikan terminal semakin representatif dan nyaman, terutama saat arus mudik,” ujarnya kemarin (2/3/2026)

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menegaskan pelabuhan bukan sekadar titik keberangkatan dan kedatangan, tetapi wajah daerah yang pertama kali dilihat masyarakat luar.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi hal krusial menjelang musim mudik Lebaran, mengingat mobilitas masyarakat Meranti ke Batam, Tanjungpinang, Dumai, Bengkalis hingga Pekanbaru sebagian besar melalui transportasi laut.

“Yang utama adalah pelayanan aman dan tertib saat arus mudik. Jangan sampai ada penumpukan atau gangguan kenyamanan penumpang,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Meranti juga mengusulkan pembangunan turap di sekitar Terminal Tanjung Harapan. Selain memperkuat struktur pesisir, turap diharapkan dapat memperindah kawasan sekaligus membuka ruang pengembangan area publik dan sentra kuliner.

Tak hanya itu, koordinasi lanjutan juga akan dilakukan terkait status dan pengelolaan lahan Pasar Modern serta akses jalan masuknya agar lebih tertata. Pemerintah daerah mendorong kolaborasi dengan BUMD untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah tanpa mengabaikan kualitas pelayanan.

Pelindo sendiri menyatakan terbuka terhadap pola kerja sama yang memberi nilai tambah, termasuk peluang pengelolaan parkir, peningkatan fasilitas ruang tunggu seperti pendingin ruangan, serta pelibatan tenaga kerja lokal dalam operasional dan kebersihan kawasan.

Kerja sama ini diharapkan tak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan layanan publik, kelancaran arus mudik 2026, dan penguatan ekonomi kawasan pesisir Meranti yang sangat bergantung pada konektivitas laut.(wir)



Editor : Edwar Yaman
#kepulauan meranti #pelindo #pelabuhan tanjung harapan #jalur laut