Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Akses E-Kinerja Mandek, Pemkab Meranti Butuh Tambahan Tambahan Storage

Wira Saputra • Kamis, 5 Maret 2026 | 01:05 WIB

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti, Bakharuddin
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti, Bakharuddin

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Aktivitas pelaporan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu sempat tersendat. Aplikasi e-kinerja yang digunakan untuk mengunggah laporan harian tidak dapat diakses secara optimal akibat keterbatasan ruang penyimpanan pada server.

Gangguan tersebut ditandai dengan munculnya notifikasi gagal unggah setiap kali ASN mencoba memasukkan dokumen pendukung. Akibatnya, sejumlah pegawai terpaksa menunda pengisian laporan karena file yang diunggah tidak dapat tersimpan di sistem.

Kepala Bidang Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Aptika) pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kepulauan Meranti, Abdul Mufid, menjelaskan bahwa kendala itu terjadi karena kapasitas penyimpanan untuk aplikasi e-kinerja telah mencapai batas maksimal.

“Dalam beberapa waktu terakhir, volume unggahan meningkat cukup signifikan. Setiap laporan wajib disertai dokumen eviden, sehingga akumulasi data terus bertambah dan memenuhi ruang penyimpanan,” ujarnya saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (4/3/2026).

Ia memaparkan, total kapasitas server milik Pemkab Meranti saat ini sebesar 16 Terabyte. Namun ruang tersebut digunakan bersama untuk berbagai aplikasi layanan pemerintahan. Sementara khusus untuk e-kinerja, kapasitas yang dialokasikan hanya sekitar 200 Gigabyte.

“Dengan jumlah pengguna dan intensitas unggahan saat ini, kebutuhan minimal untuk e-kinerja diperkirakan mencapai 500 Gigabyte. Jadi memang perlu penyesuaian agar sistem lebih stabil,” jelasnya.

Menurutnya ketika ruang yang tersedia penuh, sistem secara otomatis menolak file baru. Kondisi inilah yang menyebabkan terganggunya proses pelaporan ASN.

Menanggapi situasi tersebut, Diskominfotik langsung melakukan langkah penanganan sementara, seperti penataan ulang manajemen data, pembatasan ukuran file, serta evaluasi arsip lama yang masih tersimpan.

Selain itu, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan kapasitas penyimpanan dalam APBD Perubahan tahun berjalan. Upaya tersebut diharapkan dapat menambah ruang bagi aplikasi e-kinerja sekaligus mengantisipasi lonjakan data di masa mendatang.

“Kami melihat ini sebagai bagian dari kebutuhan penguatan infrastruktur digital. Penambahan kapasitas menjadi solusi jangka menengah agar layanan tidak kembali terganggu,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Kabupaten Kepulauan Meranti, Bakharuddin, memastikan bahwa gangguan teknis tersebut tidak akan memengaruhi penilaian kinerja ASN. Laporan yang belum sempat diunggah karena kendala sistem tetap diberikan toleransi hingga aplikasi kembali normal.

Pemerintah daerah menilai peristiwa ini menjadi evaluasi penting dalam pengelolaan sistem administrasi berbasis elektronik. Dengan rencana penambahan kapasitas penyimpanan dan penataan arsip digital, diharapkan e-kinerja dapat berfungsi lebih optimal dan mendukung kelancaran administrasi kepegawaian ke depan. (wir)

Editor : M. Erizal
#aplikasi e-kinerja #Pemkab Kepulauan Meranti #e-kinerja