SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Dua Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kepulauan Meranti memilih membatalkan rencana keberangkatan musim haji 1447 H/2026 M akibat faktor kesehatan. Dengan demikian, total jemaah tersisa 110 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H Surasman MPd, menyebutkan awalnya satu jemaah mengalami stroke. Karena berstatus suami-istri, sang istri sebagai pendamping turut mengundurkan diri dan dijadwalkan berangkat tahun depan.
Keduanya diketahui berasal dari Kecamatan Tebingtinggi, yakni Epilini (49) dan Suardi (69). "Jemaah sudah ditetapkan dan dokumen final, jadi tidak bisa diganti," tegas Surasman, Selasa (31/3/2026).
Meski ada pengurangan, kondisi jemaah lainnya dipastikan sehat dan siap mengikuti tahapan lanjutan, termasuk manasik haji yang dijadwalkan pada 6 hingga 8 April 2026.
Sementara itu, keberangkatan dari Selatpanjang direncanakan pada 27 April 2026 dan penerbangan menuju embarkasi sehari setelahnya. Kemenhaj berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa ada lagi jemaah yang mengundurkan diri.
Editor : Rinaldi