SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Perkembangan harga bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang Maret 2026 terpantau relatif terkendali, meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas. Kenaikan dan penurunan harga tercatat terjadi secara berimbang di pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti Marwan, mengatakan komoditas yang mengalami kenaikan harga didominasi oleh cabai rawit merah.
"Cabai rawit merah menjadi penyumbang kenaikan tertinggi selama Maret, dipengaruhi tingginya permintaan dan distribusi," ujarnya kepada Riaupos.co, kemarin (31/3/2026).
Baca Juga: Pemkab Meranti Bahas Pemberlakuan Skema WFA ASN setiap Jumat
Dari hasil pemantauan mingguan, harga cabai rawit merah bergerak dari Rp65.000 per kilogram pada awal bulan, naik menjadi Rp70.000 hingga sempat mencapai Rp75.000 pada pekan ketiga, sebelum kembali berada di kisaran Rp70.000 hingga akhir bulan. Secara total, kenaikan mencapai Rp5.000 atau sekitar 7,69 persen.
Selain itu, telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp28.500 menjadi Rp29.500 per kilogram atau naik Rp1.000 dengan persentase 3,51 persen. Gula pasir curah naik dari Rp17.500 menjadi Rp18.000 per kilogram atau bertambah Rp500 (2,86 persen).
Sementara itu, daging ayam ras karkas tercatat naik dari Rp35.800 menjadi Rp36.500 per kilogram, atau meningkat Rp700 dengan persentase sekitar 1,96 persen.
Baca Juga: Masih Ada ASN Tak Lakukan LHKPN, Plt Gubri Siapkan Sanksi
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga cukup signifikan. Cabai merah keriting turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, meski sempat melonjak ke Rp65.000 di pertengahan bulan, dengan penurunan akhir sekitar Rp5.000 atau 11,11 persen. Cabai rawit hijau turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau sebesar 11,11 persen.
Bawang merah juga mengalami penurunan dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, turun Rp2.000 atau sekitar 4,76 persen.
Marwan menegaskan, secara keseluruhan kondisi harga bahan pokok di Meranti masih dalam kategori stabil karena kenaikan dan penurunan terjadi secara seimbang. "Fluktuasi ini hal biasa. Yang penting ketersediaan barang aman dan harga tetap terkendali," jelasnya.
Baca Juga: BKPP Siapkan SE Bupati soal Pemberlakuan WFH/WFO
Ia menambahkan, sebagian besar komoditas lainnya seperti beras, minyak goreng, tepung, ikan, serta bahan pangan lain terpantau stabil tanpa perubahan signifikan. Pemkab lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan intensif serta menjaga kelancaran distribusi guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah masyarakat.
Editor : Rinaldi