SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah terpencil dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti, bertambah.
Langkah ini ditandai atas diresmikannya satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mantiasa Agro Mulya mulai beroperasi di Desa Mantiasa, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Senin (6/4/2025).
Sengan demikian jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi menjadi 22 unit di seluruh kecamatan, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 43 ribu orang.
Baca Juga: Bakar 500 Hektare Lahan Gambut di Pelalawan, Petani di Teluk Meranti Ditangkap Polisi
Menurut Sekretaris Satgas MBG Kepulauan Meranti, Ifwandi, jumlah ini akan terus betambah seiring rampungnya pembangunan dan operasional SPPG wilayah terpencil on progres jelang beroperasi.
Dari total yang direncanakan, sebanyak 10 unit ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu dekat dan menyusul 11 unit.
“Sepuluh unit SPPG wilayah terpencil ditargetkan beroperasi paling lambat Mei 2026. Saat ini proses pembangunan sudah berjalan pasca pembayaran dari pusat mencapai 60 persen,” ujarnya kepada Riau Pos, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Tiga Atlet Tenis Junior PTPN IV Berpeluang Perkuat Indonesia di Turnamen Asian Tenis Federation 2026
Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 21 unit SPPG wilayah terpencil yang ditargetkan dapat beroperasi secara bertahap sepanjang tahun ini. Sementara sisanya masih dalam tahap pembangunan dan pengusulan.
“Operasional dilakukan paralel dengan pemenuhan berbagai perizinan, seperti SLHS dan sertifikat halal. Ini penting untuk memastikan standar layanan tetap terjaga,” jelasnya.
Ifwandi menegaskan, pengembangan SPPG wilayah terpencil menjadi prioritas karena menyasar daerah dengan keterbatasan akses pangan dan layanan gizi.
Baca Juga: Komisi XIII DPR Mulai Bahas RUU PSDK
“Wilayah terpencil menjadi fokus utama, karena di sana tantangan pemenuhan gizi lebih besar. Kehadiran SPPG diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini sulit terlayani,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan gizi, program ini juga mulai menggerakkan ekonomi lokal. Hingga kini, lebih dari 1.000 tenaga kerja telah terserap dari operasional dapur MBG, termasuk di wilayah terpencil.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kepulauan Meranti, Suryani, mengingatkan pentingnya pengawasan distribusi makanan agar tetap memenuhi standar kesehatan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Baca Juga: Awal Pekan, Riau Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang
“Kami berharap semua pihak ikut mengawasi agar makanan yang didistribusikan tetap sehat, layak, dan sesuai standar, meski menjangkau wilayah terpencil,” ujarnya.
Dengan percepatan ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil di Kepulauan Meranti. (Wir)
Editor : M. Erizal