Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim SAR Evakuasi Kerangka Manusia di Rangsang, Membayangi Sejumlah Kasus Orang Hilang

Wira Saputra • Sabtu, 18 April 2026 | 15:27 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi satu kerangka manusia di pesisir Pulau Rangsang, Perairan Kepulauan Meranti, Sabtu (18/4/2026) pagi. (Istimewa)
Tim SAR gabungan mengevakuasi satu kerangka manusia di pesisir Pulau Rangsang, Perairan Kepulauan Meranti, Sabtu (18/4/2026) pagi. (Istimewa)

SELATPANJANG (RP)-Tim SAR gabungan mengevakuasi satu kerangka manusia di pesisir Pulau Rangsang, Perairan Kepulauan Meranti, Sabtu (18/4/2026) pagi. Informasi penemuan diterima Kantor SAR Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB dari seorang warga yang menemukan jenazah di titik koordinat 00°58'33"N 102°51'28"E.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti yang berjumlah tiga personel langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 09.05 WIB dan tiba sekitar pukul 09.25 WIB. Korban kemudian berhasil dievakuasi pada pukul 09.45 WIB dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti untuk pemeriksaan lebih lanjut bersama aparat kepolisian setempat.

Kepala Unit Basarnas Kepulauan Meranti, Prima Herrie, mengatakan hingga saat ini identitas jenazah belum dapat diketahui.

Baca Juga: DLH Kuansing Serahkan Pengelolaan Sampah dan Kebersihan Telukkuantan pada Kecamatan

“Belum dapat dikenali. Untuk proses identifikasi kita tunggu dari tim medis dan aparat kepolisian. Sekarang sudah dievakuasi ke RSUD setempat,” ujarnya kepada Riau Pos.

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah temuan kerangka tersebut berkaitan dengan sejumlah kejadian orang hilang di perairan Meranti dalam beberapa waktu terakhir.

“Karena identitas korban belum diketahui, kami belum dapat menyimpulkan apakah jenazah ini berkaitan dengan laporan orang hilang sebelumnya,” jelasnya.

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir terdapat sedikitnya dua kejadian orang hilang di perairan Kepulauan Meranti yang hingga kini belum ditemukan.

Baca Juga: Kepuasan Warga Pekanbaru terhadap Kepemimpinan Wako Agung Nugroho Tinggi, Capai 77 Persen

Peristiwa pertama adalah seorang pria bernama Nasri (32), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebingtinggi Timur, yang dilaporkan melompat dari kapal penumpang Dumai Line pada Kamis (10/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Saat itu korban berada dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun. Upaya pencarian telah dilakukan selama tujuh hari oleh tim SAR gabungan dengan area penyisiran mencapai sekitar 11 mil laut, namun korban tidak berhasil ditemukan hingga operasi dihentikan pada 16 April 2026.

Kejadian lainnya menimpa M Ridwan (62), seorang awak Speedboat Mega Fajar 5 yang hilang setelah insiden tabrakan dengan speedboat Levindo 10 di jalur pelayaran antara Pulau Burung dan Pulau Pelembang pada 2 Februari 2026. 

Baca Juga: BRI Youth Champions League U-14 Digelar di Pekanbaru, Ajang Lahirkan Bintang Muda Sepakbola menuju Barcelona

Pencarian terhadap korban telah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan memperluas area hingga 26 mil laut, namun hingga hari terakhir operasi korban juga belum ditemukan.

Meski demikian, Basarnas menyatakan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka dan proses identifikasi menjadi kunci untuk memastikan asal-usul jenazah yang ditemukan tersebut.(wir)

 

Editor : Edwar Yaman
#Kasus Orang Hilang #kerangka manusia #evakuasi #tim sar #rangsang