SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan lelang lanjutan terhadap sisa barang milik daerah (BMD) yang belum terjual pada tahap pertama akan segera tayang pekan depan.
Lelang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 dengan mekanisme penawaran terbuka (open bidding) melalui sistem daring.
Kepala BPKAD Kepulauan Meranti Fajar Triasmoko, melalui Kepala Bidang Aset Wan M Ramahendra, mengatakan, saat ini seluruh proses sudah memasuki tahap akhir setelah verifikasi dokumen oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Baca Juga: Waspada Potensi Hujan Lebat Sebagian Wilayah Kabupaten Kampar
“Untuk barang yang belum laku, akan kita lelang ulang. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap final dan akan segera tayang pekan depan,” ujar Wan Rama, Rabu (22/4/2026).
Adapun objek lelang yang ditawarkan masih didominasi kendaraan dinas dan barang inventaris yang sudah tidak digunakan, di antaranya 27 unit sepeda motor, satu paket scrap kendaraan roda empat, roda tiga dan roda dua, serta satu paket scrap barang inventaris.
Menurutnya, pada lelang tahap pertama sebelumnya, beberapa paket tersebut tidak mendapatkan penawaran hingga batas waktu yang ditentukan, sehingga kembali diajukan pada lelang lanjutan.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Pekanbaru Gelar Rapat Timpora Tingkat Kabupaten Kampar
“Memang ada beberapa paket yang belum diminati, sehingga akan kita ajukan kembali pada lelang berikutnya,” jelasnya.
Wan Rama menegaskan, seluruh proses lelang dilakukan secara transparan dan tanpa kehadiran peserta (online), serta objek dijual dalam kondisi apa adanya (as is) sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat yang berminat dapat melihat langsung objek lelang pada 21 dan 28 April 2026 di lokasi penyimpanan aset milik Pemkab Kepulauan Meranti.
Baca Juga: Bapenda Pekanbaru Bertindak Tegas, Hotel Penunggak Pajak Dipasangi Stiker
“Tujuan utama lelang ini adalah penertiban aset sekaligus mengoptimalkan nilai barang yang sudah tidak dimanfaatkan secara efektif,” tambahnya.
Ia berharap pada lelang lanjutan ini seluruh aset yang tersisa dapat terjual sehingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Dengan lelang ulang ini, kita optimistis aset yang tersisa bisa diminati dan memberikan tambahan pemasukan bagi daerah,” tutupnya.
Sebelumnya, dari lelang tahap pertama yang digelar melalui KPKNL Dumai, total nilai aset yang berhasil terjual mencapai Rp587.763.520 dan telah masuk sebagai pendapatan daerah. (Wir)
Editor : M. Erizal