SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Pembangunan Sekolah Rakyat di Kepulauan Meranti hingga kini belum juga berjalan. Program strategis nasional yang digadang-gadang memperluas akses pendidikan itu tersendat, dengan alasan klasik, kondisi lahan gambut.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Di Riau, hanya dua daerah yang mendapat jatah pembangunan, yakni Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti.
Jika Kuansing sudah bergerak dan ditargetkan rampung Agustus 2026, Meranti justru masih berada di tahap perhitungan ulang.
Baca Juga: 41 Ribu KK di Meranti Bakal Terima Bantuan Pangan Nontunai
Padahal, Pemkab Meranti telah menyiapkan lahan hibah seluas 64.624 meter persegi di Jalan Pelajar, Selatpanjang. Bahkan, rencana pembangunan sudah dirancang lengkap, mulai dari ruang belajar, asrama, hingga fasilitas penunjang lainnya. Namun di lapangan, belum terlihat tanda-tanda pembangunan dimulai.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Meranti, Rokhaizal, menyebut persoalan bukan pada administrasi, melainkan aspek teknis akibat karakteristik tanah gambut.
"Administrasi tidak ada masalah. Tapi kondisi tanah gambut membuat perencanaan harus dihitung ulang. Ini bukan dibatalkan, tapi ditunda," ujarnya, Kamis (23/4/3026).
Hal serupa disampaikan Kepala Dinas PUPR, Rahmat Kurnia. Ia mengakui proyek masih tertahan karena belum ada formulasi teknis yang sesuai dengan daya dukung tanah di Meranti.
"Daya dukung tanah berbeda, sehingga berpengaruh ke perencanaan dan anggaran. Saat ini masih di-hold sambil menunggu perhitungan ulang," katanya.
Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp200 miliar itu memang membutuhkan konstruksi khusus. Namun, lambannya proses perencanaan memunculkan tanda tanya, mengingat persoalan lahan gambut bukan hal baru di Kepulauan Meranti.
Baca Juga: Angkut Sampah dari Kabupaten Kampar, Buang di Pekanbaru, Tiga Pickup Ilegal Diamankan
Di sisi lain, lahan yang disiapkan juga masih perlu penataan, termasuk keberadaan kandang sapi milik BUMD PT Bumi Meranti yang harus dialihfungsikan.
Pemerintah daerah memastikan program tidak dibatalkan. Namun, tanpa kejelasan waktu, pembangunan Sekolah Rakyat di Meranti kini terkesan masih sebatas rencana, sementara daerah lain sudah mulai berlari.
Editor : Rinaldi