Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Proyek Jalan 2026 Tak Kunjung Dimulai, PUPR Meranti Tunggu Kepastian Anggaran

Wira Saputra • Kamis, 23 April 2026 | 20:32 WIB
Kondisi Jalan Tanjung Kedabu menuju Desa Gayung Kepulauan Meranti. (Istimewa)
Kondisi Jalan Tanjung Kedabu menuju Desa Gayung Kepulauan Meranti. (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Sejumlah titik pembangunan dan peningkatan ruas jalan di Kabupaten Kepulauan Meranti yang masuk dalam APBD tahun 2026, hingga kini belum juga dikerjakan. 

Beberapa ruas jalan yang diusulkan untuk rekonstruksi maupun peningkatan kualitas di antaranya Jalan Lingkar Topang, ruas Sungai Tohor–Tanjung Sari, Jalan Lestari menuju Ladang Kecil Palapa di Desa Telesung, Jalan Utama Parit Gantung di Desa Kedaburapat, serta Jalan Nusa Indah. 

Selain itu, terdapat pula usulan peningkatan Jalan Melar Sari yang menghubungkan Desa Dwi Tunggal dengan Desa Tanjung Medang, Jalan Pangaram di Kelurahan Selatpanjang Kota, Jalan Sialang Pasung menuju Segomeng, hingga ruas Semukut–Kuala Merbau.

Baca Juga: Jadi Bapak Asuh Anak Stunting, BKPP Salurkan Asupan Makanan ke Rumah Warga Tanjung Simandolak

Meski daftar usulan tersebut telah disusun, hingga saat ini belum terlihat adanya realisasi pekerjaan di lapangan. Bahkan, kepastian pelaksanaan proyek-proyek tersebut masih belum jelas.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kepulauan Meranti, Sugeng, mengakui bahwa pihaknya belum dapat memulai pekerjaan karena masih menunggu kepastian kondisi keuangan daerah.

“Untuk saat ini belum dikerjakan karena kita masih melihat kemampuan keuangan daerah. Jadi belum ada gambaran pasti kapan mulai,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: Kepala UPT Dinas PUPR di Riau Mengaku Takut Dimutasi, Terpaksa Ikut Nyetor Japrem

Ia menyebutkan, secara perencanaan sejumlah ruas jalan tersebut masih masuk dalam daftar prioritas. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran di BPKAD.

Kondisi ini membuat sebagian proyek masih berada pada tahap aman secara perencanaan, namun belum memiliki kepastian realisasi. 

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera memastikan skema pembiayaan, agar pembangunan infrastruktur jalan tidak terus bergantung pada kondisi fiskal yang belum pasti. (wir)

Editor : M. Erizal
#pembangunan jalan #kepulauan meranti #APBD 2026