SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 45 jemaah calon haji (JCH) Kloter 6 mengalami penundaan keberangkatan dari jadwal semula. Mereka baru diberangkatkan sehari kemudian dan bergabung dengan Kloter 7.
Dari jumlah tersebut, 44 orang berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan 1 orang dari Kabupaten Kampar. Awalnya, seluruh JCH Kloter 6 dijadwalkan berangkat pada Selasa (28/4/2026). Namun karena kendala teknis, sebagian harus diberangkatkan pada Rabu (29/4/2026).
Akibat kondisi ini, rombongan dari beberapa daerah terpisah. Khusus JCH Meranti yang berjumlah 110 orang, hanya 66 orang yang dapat terbang sesuai jadwal, sementara sisanya tertunda.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H Surasman, menjelaskan penundaan dipicu oleh efek domino keterlambatan penerbangan sebelumnya di Bandara Hang Nadim Batam.
“Kloter sebelumnya mengalami delay, begitu juga dengan pesawat yang digunakan. Selain itu, maskapai mengganti pesawat dengan kapasitas lebih kecil,” jelasnya saat dikonfirmasi di Asrama Haji Batam, Selasa (28/4/2026).
Ia menyebut, kapasitas ideal satu kloter mencapai 445 jemaah, namun pesawat yang digunakan hanya mampu menampung 400 penumpang. Kondisi ini membuat sebagian jemaah harus ditunda keberangkatannya.
Baca Juga: Satgas PPKPT Unri Ungkap 30 Korban dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Unri
“Karena jumlah JCH Meranti relatif lebih sedikit dalam susunan kloter, maka yang banyak tertunda berasal dari Meranti,” ujarnya.
Sebagai solusi, JCH yang tertunda akan diberangkatkan bersama Kloter 7 yang memiliki kapasitas pesawat lebih besar, sekitar 499 hingga 500 penumpang.
Selama masa penundaan, seluruh kebutuhan jemaah menjadi tanggung jawab maskapai, mulai dari akomodasi hingga konsumsi. Meski keberangkatan terpisah, Surasman memastikan seluruh jemaah tetap akan menjalani rangkaian ibadah secara bersama-sama di Tanah Suci.
“Setibanya di Makkah, mereka tetap bergabung dalam Kloter 6, baik untuk pemondokan maupun pelaksanaan ibadah,” terangnya.
Untuk jadwal kepulangan, pihaknya masih menunggu kepastian dari maskapai, mengingat kendala ini berasal dari aspek teknis penerbangan.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala lanjutan, sehingga seluruh proses ibadah hingga kepulangan berjalan lancar,” harapnya.(wir)
Editor : Edwar Yaman