
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Lelang tahap pertama barang milik daerah (BMD) milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti telah selesai bergulir, namun hasilnya belum sepenuhnya maksimal.
Dari total 15 lot aset yang ditawarkan, hanya 7 lot yang berhasil terjual, didominasi kendaraan roda dua bekas milik OPD serta barang inventaris. Sementara itu, 8 lot lainnya belum diminati dan dipastikan akan kembali dilelang pada tahap berikutnya.
Kepala BPKAD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko melalui Kabid Aset Wan M Ramahendra, menyebutkan hasil sementara dari lelang tersebut menghasilkan penerimaan sekitar Rp114 juta.
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Pemko Pekanbaru Evaluasi Kontrak Parkir PT YSM
“Memang masih ada beberapa paket yang belum laku. Untuk itu akan kita ajukan kembali pada lelang lanjutan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Adapun aset yang belum terjual didominasi oleh kendaraan dinas dan paket scrap, di antaranya, 27 unit sepeda motor, paket scrap kendaraan roda empat, roda tiga, dan roda dua. Paket scrap barang inventaris
Menurutnya, minimnya penawaran pada beberapa lot menjadi penyebab utama belum terserapnya seluruh aset. Wan Rama menegaskan, seluruh proses lelang dilakukan secara transparan dan terbuka melalui sistem daring (online/open bidding), dengan objek dijual dalam kondisi “as is” (apa adanya) sesuai ketentuan yang berlaku.
“Lelang ini merupakan bagian dari upaya penertiban aset sekaligus optimalisasi barang yang sudah tidak digunakan,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap pada lelang tahap berikutnya, minat peserta meningkat sehingga seluruh aset yang tersisa dapat terjual dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
Sebelumnya, dari lelang tahap pertama melalui KPKNL Dumai, total nilai aset yang berhasil dilepas sempat mencapai Rp587,7 juta, termasuk dua unit ambulans bekas RSUD yang terjual senilai Rp20 juta.(wir)
Editor : Edwar Yaman