SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kelangkaan minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita masih terjadi di wilayah Kepulauan Meranti.
Kondisi ini diduga kuat dipicu oleh prioritas penyaluran untuk program bantuan sosial serta adanya pembatasan distribusi, meskipun sebelumnya sempat masuk sebanyak 740 kotak dengan kapasitas setara 8.880 liter.
Pasokan Minyakita yang sempat beredar dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak bertahan lama. Memasuki pekan pertama usai Idulfitri 1447 H, stok kembali menipis dan kini sulit ditemukan di tingkat agen maupun pengecer di Selatpanjang.
Baca Juga: Kepulauan Meranti Sapu Bersih 4 Penghargaan Keuangan Nasional
Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan bahwa distribusi Minyakita saat ini belum berjalan normal karena Bulog masih memprioritaskan kebutuhan program bantuan langsung nontunai (BLT). Program tersebut menyasar sekitar 40 ribu keluarga, dengan setiap paket bantuan berisi 4 liter Minyakita.
Selain itu, Bulog juga disebut membatasi penyaluran ke wilayah Kepulauan Meranti hanya sekitar 20 dus per pekan. Jumlah tersebut dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau hanya 20 dus per minggu, tentu tidak akan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat Meranti yang diperkirakan mencapai 200.000 liter per bulan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan, Marwan.
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Pelopori Penggalangan Dana Pembangunan Masjid Al-Jamiah UIN Suska
Akibatnya, masyarakat umum kembali kesulitan mendapatkan Minyakita di pasaran. Kalaupun tersedia, jumlahnya terbatas dan cepat habis diserbu pembeli.
“Sempat ada masuk beberapa waktu lalu, tapi langsung habis. Sekarang susah lagi cari di warung,” ungkap salah seorang warga.
Pemerintah daerah mengaku telah berkoordinasi dengan Bulog agar distribusi untuk pasar umum dapat segera kembali normal. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan akan kembali stabil.
Baca Juga: Sudah Dilarang Gubernur Abdul Wahid, Ferry Yunanda Tetap Kutip Uang Kepala UPT
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak Perum BULOG Bengkalis juga telah dilakukan. Riau Pos berulang kali mencoba menghubungi Pemimpin Cabang Perum BULOG Bengkalis, Delly Bayu Putra, namun hingga dua pekan terakhir belum memberikan tanggapan.
Meski demikian, pengawasan terhadap harga tetap dilakukan. Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir adanya penjualan di atas HET saat stok kembali tersedia.
Kelangkaan ini menunjukkan bahwa prioritas penyaluran bantuan sosial dan pembatasan distribusi berdampak langsung terhadap ketersediaan Minyakita di pasar umum.
Baca Juga: Seleksi Pimpinan BUMD Masih Berlangsung, Plt Gubri Ingatkan Tidak Ada Titipan
Pemerintah daerah berharap setelah program bantuan selesai dan distribusi dilonggarkan, pasokan dapat kembali merata sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh minyak goreng bersubsidi.(wir)
Editor : M. Erizal