Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

May Day di Kepulauan Meranti Dikemas Hiburan Rakyat dan Deklarasi Kamtibmas

Wira Saputra • Kamis, 30 April 2026 | 19:46 WIB
Ketua DPC F.SPTI–KSPSI Kepulauan Meranti Raya, Alfian. (Istimewa)
Ketua DPC F.SPTI–KSPSI Kepulauan Meranti Raya, Alfian. (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Kepulauan Meranti tahun ini akan dikemas secara berbeda. 

Selain menjadi momentum perjuangan kaum pekerja, kegiatan tersebut juga akan diramaikan dengan hiburan rakyat yang digelar di Lapangan Gelora, pada Ahad (3/4/2026).

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC F.SPTI–KSPSI Kepulauan Meranti Raya, Alfian, kepada Riau Pos. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan antara pekerja, masyarakat, dan unsur pemerintah daerah.

Baca Juga: Warga Rimbo Panjang Dikejutkan Penemuan Kerangka Manusia di Lahan Kosong

“Peringatan May Day tahun ini kita kemas dengan nuansa kebersamaan. Tidak hanya aksi, tapi juga ada hiburan rakyat agar masyarakat bisa ikut merasakan suasana yang positif dan penuh kekeluargaan,” ujar Alfian,Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga besar Polres Kepulauan Meranti. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama acara berlangsung.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Polres Kepulauan Meranti yang turut membantu menyukseskan kegiatan ini. Sinergi ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Riau Dorong Pemda Carikan Solusi Pekerja Arang Bakau di Wilayah Pesisir

Selain hiburan rakyat, kegiatan ini juga akan diisi dengan deklarasi program “Sabuk Kamtibmas” sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kepulauan Meranti.

Di sisi lain, Alfian menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan para pekerja kepada pemerintah maupun pemberi kerja.

“May Day adalah hari perjuangan. Kami ingin suara buruh tetap didengar, tidak hanya dirayakan secara seremonial,” tegasnya.

Baca Juga: Kemenkum Riau Terus Perkuat Identifikasi Indikasi Geografis, Koordinasi ke Ditjen KI

Ia pun menyampaikan sejumlah aspirasi buruh di Kepulauan Meranti pada May Day 2026, di antaranya mulau dari penghapusan sistem outsourcing (pekerja alih daya),

Keinginan kenaikan upah yang layak serta penolakan terhadap upah murah, perlindungan pekerja dari pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, dan peningkatan kesejahteraan bagi pekerja rentan seperti buruh harian lepas, pekerja migran, serta pekerja sektor informal seperti ojek online dan layanan pengantaran (delivery).

Menurut Alfian, aspirasi tersebut merupakan harapan bersama seluruh buruh yang tersebar di wilayah Kepulauan Meranti agar mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.

Baca Juga: Dua JCH Kuansing Tunda Keberangkatan di Embarkasi Batam, Ibu Alami Sesak Nafas

“Kami berharap pemerintah dan para pemangku kepentingan dapat mendengar dan menindaklanjuti tuntutan ini demi terciptanya keadilan bagi seluruh pekerja,” ungkapnya.

Alfian juga berharap melalui kegiatan ini, peringatan May Day tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi buruh, tetapi juga menjadi sarana membangun hubungan harmonis antara pekerja, aparat keamanan, dan masyarakat luas.

“Kami ingin May Day di Meranti menjadi contoh bahwa buruh bisa merayakan hari besarnya dengan damai, tertib, dan tetap membawa semangat perjuangan,” tutupnya. (wir)

Editor : M. Erizal
#May Day 1 Mei #kepulauan meranti #peringatan Hari Buruh Internasional