SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, kondisi di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terpantau aman dan stabil hingga awal Mei 2026.
Aktivitas di sejumlah SPBU dan APMS menunjukkan adanya antrean kendaraan, namun masih dalam batas normal dan tidak mengindikasikan lonjakan pembelian yang signifikan.
Berdasarkan data terbaru per 4 Mei 2026, ketersediaan BBM di beberapa titik masih mencukupi. Di APMS PT Meranti Sopia Jaya Mandiri (Tebingtinggi), stok Pertalite tercatat 225 KL dan Dexlite 10 KL. Sementara di APMS PT Mas Artha Sarana (Tebing Tinggi), tersedia Pertalite 221 KL dan Solar 75 KL.
Baca Juga: Rintangi Penyidikan Dugaan Korupsi, Honorer Setwan Pekanbaru Dituntut Empat Tahun Penjara
Untuk wilayah lain, APMS PT Usaha Sebati Kecamatan Merbau memiliki stok Pertalite 2 KL dan Solar 2 KL, sedangkan APMS PT Afiyoke Trinanda Sejahtera, Kecamatan Rangsang mencatat stok Pertalite 13 KL. Sementara itu, beberapa APMS seperti PT Bumi Meranti Sejahtera dilaporkan masih belum memiliki stok.
Data tambahan dari SPBU juga menunjukkan kondisi relatif aman. SPBU PT Mas Artha Sarana di Jalan Imam Bonjol memiliki stok Pertalite 239 KL dan Solar 89 KL. Sedangkan SPBU PT Meranti Sopia Jaya di Jalan Alah Air memiliki stok Pertalite sekitar 120 KL dan tidak menjual solar.
Kepala Dinas Perdagangan Kepulauan Meranti Marwan memastikan bahwa distribusi BBM masih berjalan lancar hingga, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Wako Pekanbaru Agung Nugroho Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
“Stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Distribusi berjalan normal sesuai kuota dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan terus dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan aparat kepolisian untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan, kondisi masih aman meskipun di beberapa daerah lain terjadi gejolak,” jelasnya.
Baca Juga: DLH Temukan Indikasi Pencemaran, DPRD Kampar Akan Panggil Perusahaan
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Alfa Faroqi juga menegaskan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan.
“Penyaluran masih dalam kondisi normal dan tidak ditemukan indikasi panic buying di masyarakat,” terangnya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada dampak signifikan terhadap sektor industri maupun usaha akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Baca Juga: 34 Brigade Pangan Terima Bantuan Alsintan, Dorong Tingkatkan Produksi Padi
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamax belum berdampak langsung terhadap stabilitas daerah, karena mayoritas masyarakat masih menggunakan BBM subsidi,” tambahnya.
Meski demikian, potensi dampak lanjutan tetap diwaspadai, terutama pada sektor distribusi dan logistik. Polres bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan monitoring guna menjaga situasi tetap kondusif. (wir)
Editor : M. Erizal