SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Setelah sempat dinikmati masyarakat dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi), kini keberadaan minyak goreng subsidi pemerintah MinyaKita kembali sulit ditemukan di wilayah Kepulauan Meranti.
Kelangkaan ini mulai dirasakan warga sejak pekan pertama usai Idulfitri 1447 H hingga saat ini. Di sejumlah agen dan pengecer di Selatpanjang, stok MinyaKita dilaporkan kosong, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.
Sebelumnya, keberadaan MinyaKita sempat menjadi angin segar bagi masyarakat setelah didistribusikan langsung melalui Perum Bulog dengan harga sesuai HET. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng subsidi tersebut. Kalaupun ada, jumlahnya terbatas dan cepat habis.
“Sekarang susah cari MinyaKita. Kalau pun ada, tidak banyak dan cepat habis,” ujar salah seorang warga Selatpanjang, Senin (20/4/2026).
Sementara itu, pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti mengakui kelangkaan karena keterbatasan pasokan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini diduga dipengaruhi distribusi yang belum kembali normal pasca-Idufitri.
Kepala Disperindag Meranti, Marwan, menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan kembali lancar. Namun pihak Bulog dikabarkan masih fokus terhadap persediaan bantuan nontunai yang isi paketnnya juga terdapat MinyaKita.
Baca Juga: PSPS Pastikan Bertahan di Liga 2 Musim Depan, Aji Santoso Minta Tim Tetap Fight di Dua Laga Sisa
“Kami sudah koordinasi dengan Bulog agar distribusi MinyaKita segera kembali normal. Tapi mereka masih fokus program bantuan langsung nontunai. Makanya kami belum dapat kapan pasokan kembali dapat tersedia. Tapi kabarnya program bantuan itu untuk 40 ribu keluarga yang di dalam paketnya ada 4 liter MinyaKita," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap harga tetap dilakukan. Jika ditemukan praktik penjualan di atas HET saat barang kembali tersedia, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
“Kami tetap berkomitmen menjaga agar harga sesuai HET. Jangan sampai kelangkaan dimanfaatkan untuk menaikkan harga,” tegasnya.
Baca Juga: BBM Naik, Kendaraan Antre, Polres Kuansing Lakukan Pengecekan
Pemerintah daerah berharap distribusi MinyaKita dapat segera kembali stabil, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.(wir)
Editor : Edwar Yaman