Ilustrasi. (Dok Jawapos.com)
SELATPANJANG (RIAUPOS.COP) - Sebanyak 110 jemaah calon haji asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang saat ini berada di tanah suci dilaporkan telah menyelesaikan pelunasan dam sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Haji Tamattu’.
Koordinator Ibadah Jemaah Haji Kepulauan Meranti, Mustafa, mengatakan seluruh jemaah dalam kondisi sehat sejak tiba di Arab Saudi hingga menjalankan rangkaian ibadah umrah wajib di Kota Mekkah.
“Alhamdulillah seluruh jemaah sehat dan seluruh JCH Meranti juga sudah melakukan pembayaran Dam,” ujarnya melalui pesan suara, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Puluhan Pedagang BBM dan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di DPRD Bengkalis
Sebelumnya, rombongan jemaah asal Kepulauan Meranti tiba di Kota Madinah pada 7 Mei 2026 setelah menempuh perjalanan dari Indonesia bersama kloter Embarkasi Batam.
Meski sempat mengalami penyesuaian jadwal keberangkatan, hal itu tidak mengurangi semangat para jemaah untuk menjalankan ibadah di tanah suci.
Setelah berada di Madinah, rombongan kemudian bergerak menuju Kota Makkah menggunakan bus. Dalam perjalanan, jemaah terlebih dahulu mengambil miqat di Masjid Bir Ali sebelum melaksanakan umrah wajib.
Baca Juga: Perkara Penyelewengan KUR Bank BUMN di Pekanbaru Naik Tahap II
Setibanya di Makkah, seluruh jemaah berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah umrah, termasuk jemaah lanjut usia yang menggunakan kursi roda.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Meranti, Surasman, menjelaskan pembayaran dam dilakukan secara kolektif melalui mukarrom atau ketua rombongan pendamping jemaah.
Menurutnya, biaya dam diambil dari sisa ongkos naik haji (ONH) milik jemaah sehingga tidak ada lagi pungutan tambahan.
Baca Juga: Mendadak Padam Listrik, Mahasiswa UIN Suska Riau Tetap Antusias Tonton "Pesta Babi"
“Dari sisa ONH jemaah ada sekitar 700 dirham yang digunakan untuk pembayaran dam,” jelasnya.
Ia menerangkan, dam merupakan kewajiban bagi jemaah yang melaksanakan Haji Tamattu’, yakni ibadah umrah yang dilakukan sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji.
Dana tersebut nantinya digunakan untuk pembelian hewan qurban yang akan disembelih di Tanah Suci sesuai ketentuan syariat.
Baca Juga: Mentan Amran Optimistis Swasembada Pangan Indonesia Menguat, Gudang Sewa Bulog Terisi Penuh
“Bisa kambing ataupun unta, tergantung mekanisme pelaksanaannya di sana,” katanya.
Sebagian besar jemaah asal Kepulauan Meranti diketahui berasal dari daerah pesisir dengan latar belakang pekerjaan sebagai nelayan, petani dan pedagang kecil.
Bagi mereka, perjalanan ke tanah suci merupakan hasil perjuangan dan tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun demi memenuhi panggilan ibadah haji. (wir)
Editor : M. Erizal