Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

JCH Meranti Tetap Khusyuk Beribadah di Tengah Suhu Ekstrem Makkah

Wira Saputra • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:36 WIB
Ilustrasi ibadah Haji. (DOK JAWAPOS.COM)
Ilustrasi ibadah Haji. (DOK JAWAPOS.COM)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Kepulauan Meranti yang tergabung dalam Kloter 6 saat ini masih menunggu pelaksanaan puncak ibadah haji di Tanah Suci. Meski cuaca di Makkah mencapai 43 derajat celcius, seluruh jamaah dilaporkan dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.

Selain melaksanakan salat wajib dan sunnah di Masjidil Haram, sebanyak 110 JCH Meranti juga memanfaatkan waktu dengan melaksanakan umrah sunnah serta mengikuti city tour ke sejumlah lokasi bersejarah di sekitar Makkah.

Salah seorang koordinator ibadah JCH Meranti, Ustadz Mustafa, mengatakan para jamaah telah berada di Makkah selama tujuh hari terakhir dan sejauh ini tidak ada kendala berarti yang dialami jamaah.

Baca Juga: Rp9,95 Miliar Dana Hibah Pemkab Meranti Mencuat Usai Peringatan KPK

"Alhamdulillah seluruh jamaah dalam keadaan sehat. Dua hari ini jamaah melaksanakan city tour dan umrah sunnah, semuanya berjalan lancar," ujarnya kemarin sore (15/5/2026).

Ia mengakui kondisi cuaca di Makkah memang cukup panas pada siang hari. Suhu berkisar antara 38 hingga 43 derajat celcius. Meski demikian, para jamaah tetap dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan baik. "Cuaca memang panas, tetapi jamaah tetap dalam kondisi aman dan sehat," tambahnya.

Senada dengan itu, salah seorang jamaah lainnya, Rohaizal, mengimbau seluruh JCH agar menjaga kondisi fisik menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji. "Jamaah diimbau memperbanyak istirahat dan menjaga kesehatan karena cuaca sangat panas," katanya.

Baca Juga: Seluruh Rangkaian Ibadah Jemaah Calon Haji asal Meranti Lancar Hingga Pelunasan Dam

Rohaizal juga menjelaskan tidak semua jamaah dapat rutin melaksanakan salat di Masjidil Haram karena jarak penginapan yang cukup jauh. Waktu tempuh menuju masjid diperkirakan sekitar 15 menit menggunakan kendaraan. "Ada jamaah yang memilih salat di penginapan atau rumah karena jaraknya cukup jauh. Sebagian lainnya melaksanakan umrah sunnah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kepulauan Meranti, H Surasman, menyebut jarak penginapan jamaah menuju Masjidil Haram berkisar 8 hingga 9 kilometer. Namun, kendaraan operasional bagi jamaah tersedia selama 24 jam. "Saat ini jamaah masih menunggu puncak ibadah haji. Ada yang melaksanakan salat di Masjidil Haram, umrah sunnah, hingga mengunjungi tempat-tempat bersejarah," ungkapnya.

Ia menambahkan, puncak pelaksanaan ibadah haji dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026 atau bertepatan dengan 8 Dzulhijjah, dimulai dengan rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). "Itulah puncak ibadah haji yang tidak bisa diwakilkan ataupun digantikan karena termasuk rukun haji," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#khusyuk beribadah #suhu ekstrem #jch meranti