SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Festival yang sudah memasuki tahun ke enam itu dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti H Asmar. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya soal hiburan, tetapi bukti kerja bersama yang nyata.
“Festival ini dapat menjadi contoh bagaimana kekayaan budaya, sejarah, dan kearifan lokal mampu dikembangkan menjadi potensi pariwisata yang berdampak terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah,” ujar Asmar.
Menurutnya, festival ini juga menjadi cara menjaga budaya Melayu tetap dekat dengan generasi muda.
“Festival Telaga Air Merah ini merupakan salah satu bentuk usaha kita dalam menjaga khasanah budaya Melayu sekaligus mengajak generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya daerah,” katanya.
Baca Juga: Bupati Meranti Resmikan Jalan Akses Wisata Telaga Air Merah
Di balik ramainya festival, ada peran BUMDes Tanjung Mandiri yang mengelola Wisata Telaga Air Merah. Hasilnya mulai terasa. Pada 2025 lalu, BUMDes ini mencatat keuntungan sekitar Rp183 juta dari sektor wisata.
Kepala Desa Tanjung Muhammad Anas menyebut, festival ini lahir dari kekompakan banyak pihak.
“Alhamdulillah di tahun 2026 ini, kami dari Desa Tanjung bekerja sama dengan BUMDes dan PT Imbang Tata Alam kembali melaksanakan Festival Telaga Air Merah yang ke-VI. Tentunya ini merupakan bentuk kebersamaan dan kekompakan seluruh pihak,” ujarnya.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Nelayan Selesai Pasca-Rusak akibat Mobilitas Mesin Pembangkit
Ia juga menegaskan bahwa wisata telaga yang dikelola BUMDes terus memberi manfaat nyata bagi desa.
“Alhamdulillah pada tahun 2025 lalu, BUMDes Tanjung Mandiri berhasil menghasilkan PAD atau keuntungan sekitar Rp183 juta, sehingga sedikit demi sedikit dapat memberikan kontribusi bagi desa dan masyarakat,” katanya.
Dukungan juga datang dari PT Imbang Tata Alam (ITA). Selain terlibat dalam pengembangan wisata, perusahaan ini juga membantu pembangunan Jalan Tanjung Darul Takzim sepanjang 1,6 kilometer yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat.
Baca Juga: JCH Meranti Tetap Khusyuk Beribadah di Tengah Suhu Ekstrem Makkah
Bupati Asmar menilai, keberadaan jalan ini sangat membantu aktivitas warga. ”Kami berharap keberadaan jalan ini dapat dijaga dan dirawat bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Perwakilan manajemen PT ITA Arif Hidayatullah mengatakan, keberhasilan Telaga Air Merah tidak lepas dari semangat warga desa.
“PT Imbang Tata Alam bukan superman, tetapi kami berupaya menjadi super team bersama masyarakat dan pemerintah dalam membangun Meranti yang lebih maju,” ujarnya.
Baca Juga: Panglong Arang Tutup, Bahan Baku Disebut Ilegal, Keluarga Terdampak Mulai Terima Bantuan
Ia juga mengakui bahwa kawasan yang sebelumnya biasa saja kini berubah menjadi lokasi yang produktif.
“Bagaimana kondisi yang tidak optimal dan berada di kampung ternyata bisa dibangun menjadi seperti ini. Kami belajar dari semangat juang masyarakat Desa Tanjung dalam mengembangkan wisata,” katanya.
Selama festival berlangsung, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pacu sampan, lomba mencucuk atap, pentas seni budaya Melayu, hingga camping ground yang ramai diikuti pengunjung. Anak-anak tingkat TK dan RA pun ikut meramaikan lewat lomba mewarnai.
Baca Juga: Rp9,95 Miliar Dana Hibah Pemkab Meranti Mencuat Usai Peringatan KPK
Di sela kegiatan, PT Imbang Tata Alam menyerahkan santunan kepada 23 anak yatim dari beberapa desa sekitar. Di kawasan telaga juga dilakukan penanaman pohon sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Festival Telaga Air Merah kini tak lagi sekadar acara seremonial, tetapi menjadi gambaran bagaimana desa, BUMDes, masyarakat, dan perusahaan bisa berjalan bersama membangun wisata yang nyata dampaknya bagi ekonomi warga.(wir)
Laporan WIRA SAPUTRA, Selatpanjang
Editor : Arif Oktafian