Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

200 Unit Rumah Warga Meranti Berpenghasilan Rendah Akan Direhab pada Enam Lokasi Ini

Wira Saputra • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:00 WIB
Salah satu rumah warga Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti yang tampak rusak.(Wira Saputra/Riaupos.co)
Salah satu rumah warga Kecamatan Tebingtinggi Kepulauan Meranti yang tampak rusak.(Wira Saputra/Riaupos.co)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Harapan ratusan warga berpenghasilan rendah di Kepulauan Meranti untuk memiliki rumah layak huni mulai terwujud. Sebanyak 200 unit rumah tidak layak huni di enam desa akan direhabilitasi.

Bantuan tersebut diserahkan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI.

Bantuan tersebut dipastikan setelah proses verifikasi usulan yang sebelumnya diajukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam rapat koordinasi bersama Kepala BNPP Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait melalui zoom meeting beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Harkitnas, Jaga Generasi Muda di Era Digital

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kepulauan Meranti, Agustiono, mengatakan saat ini program sudah memasuki tahap pelaksanaan fisik di lapangan. Material bangunan bahkan mulai didistribusikan ke sejumlah desa penerima manfaat.

Alhamdulillah untuk tahap pertama Meranti mendapatkan alokasi 200 rumah. Saat ini progres fisik sudah berjalan dan material juga mulai turun,” kata Agustiono, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, rumah penerima bantuan tersebar di enam desa, yakni Desa Renak Dungun, Mekong, Alai, Tenan, Lukun dan Sungai Tohor. Seluruh calon penerima sebelumnya telah melewati proses verifikasi oleh tenaga fasilitator yang ditunjuk Kementerian PKP.

Menurut Agus, program BSPS bukan sekadar memperbaiki kondisi rumah warga, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pesisir dan perbatasan.

Baca Juga: Bupati Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri 

Dalam rapat koordinasi sebelumnya, Kepala BNPP Tito Karnavian menegaskan program BSPS menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan dan wilayah tertinggal. Menurutnya, negara perlu hadir melalui program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut renovasi rumah rakyat menjadi salah satu prioritas nasional sesuai arahan Presiden. 

"BNPP RI juga berharap program bedah rumah dapat menjadi pintu masuk bagi program pembangunan lain di kawasan perbatasan, mulai dari pasar rakyat hingga fasilitas pendidikan dan dermaga," ujarnya.(wir)

Baca Juga: Bicara tentang Arsenal, Luis Enrique: Tanpa Bola, Mereka adalah Tim Terbaik di Dunia

 

Editor : Edwar Yaman
#Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya #Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI #warga meranti