SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Program pengembangan perkebunan kelapa di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai memasuki persiapan lubang tanam di areal yang telah ditetapkan.
Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Risky Arifandi mengatakan program tahap pertama mencakup luas lahan sekitar 1.000 hektare yang dikelola oleh 20 kelompok tani yang tersebar di sejumlah kecamatan.
"Untuk saat ini kegiatan masih dalam tahap pelubangan. Program tahap pertama seluas 1.000 hektare melibatkan 20 kelompok tani," ujarnya, Senin (1/5/2026).
Baca Juga: Libur Panjang, Penyeberangan RoRo dan Pelabuhan Bandar Sri Laksamana Bengkalis Tak Ada Lonjakan
Ia menjelaskan, kelompok tani penerima manfaat tersebar di sejumlah kecamatan di Kepulauan Meranti. Namun untuk tahap pertama ini belum mencakup Kecamatan Rangsang Barat, Pulau Merbau, dan Tebing Tinggi Barat.
Menurutnya, program pengembangan kelapa tersebut sebenarnya telah disampaikan kepada masyarakat dan kelompok tani sejak tahun 2025. Saat ini pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait jadwal penyaluran bibit kepada kelompok tani.
"Untuk penyaluran bibit kami belum dapat memastikan waktunya karena masih menunggu arahan dari kementerian. Informasi terakhir yang kami terima kemungkinan pada Juni 2026, namun kepastian waktunya masih menunggu informasi selanjutnya," jelasnya.
Baca Juga: Suhardiman Amby Sebut MTQ Riau Serasa Tingkat Nasional, Menteri Agama Tiba 27 Juni
Sementara itu, untuk pengembangan tahap kedua masih terdapat 2.500 hektar yang ini masih dalam proses verifikasi karena sempat dinyatakan masuk dalam wilayah konservasi.
"Masih beproses verifikasi karena 2.500 hektar masuk dalam kawasan PIPPIB. Namun setelah diurus 1.500 dapat lepas dari kawasan yang dimaksud. Sisa 1000 hektar masih diusahakan agar bisa lepas," ungkapnya.
Ia menegaskan, pengembangan komoditas kelapa tetap menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah mengingat besarnya potensi perkebunan kelapa di Kepulauan Meranti.
Selain mendukung perluasan areal tanam, program tersebut juga diharapkan mampu mempercepat peremajaan tanaman kelapa milik masyarakat yang produktivitasnya terus menurun akibat faktor usia tanaman.
Dengan berjalannya program ini, pemerintah berharap sektor perkebunan kelapa kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Kepulauan Meranti. (wir)
Editor : M. Erizal