Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Meranti Siaga Karhutla, Kesiapan Personel dan Peralatan Diperkuat

Wira Saputra • Kamis, 4 Juni 2026 | 23:57 WIB
Pemkab Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla 2026 di Halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026). (Istimewa)
Pemkab Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla 2026 di Halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026). (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Seiring memasuki musim kemarau panjang, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Untuk mengantisipasi potensi itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti menggelar Apel Siaga Bencana Karhutla 2026 di Halaman Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (4/6/2026). 

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar mengatakan kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama saat menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Perkuat Penanganan Banjir, Siap Siagakan Alat Berat di Setiap Kecamatan

“Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan kita menghadapi tantangan iklim ekstrem dan fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu diperlukan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak,” ujar Asmar.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas karena Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk daerah yang memiliki kerentanan terhadap kebakaran lahan. Untuk itu, peran aktif pemerintah kecamatan, desa, aparat keamanan hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dinilai sangat menentukan keberhasilan deteksi dini di lapangan.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api sejak dini.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Perkuat Penanganan Banjir, Siap Siagakan Alat Berat di Setiap Kecamatan

Ia mengatakan jajaran Polri bersama TNI, BPBD, pemerintah daerah, pemerintah desa serta berbagai pihak terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Namun upaya tersebut harus didukung oleh kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Selain berisiko menimbulkan kebakaran yang lebih luas, tindakan tersebut juga memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kapolres.

Menurutnya, sebagian besar kasus karhutla berawal dari aktivitas manusia yang kurang memperhatikan risiko kebakaran, terutama pada lahan gambut yang mudah terbakar saat kondisi cuaca kering.

Baca Juga: Karhutla Terjadi di Empat Kecamatan di Rohil, Puluhan Petugas BPBD Berjibaku Padamkan Api Bersama Tim Gabungan

Kapolres juga meminta para kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk aktif melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan di wilayah masing-masing.

"Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika api sudah membesar. Karena itu kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem deteksi dini sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas," tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor yang telah terbangun selama ini harus terus diperkuat mengingat Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan cepat dan terpadu ketika terjadi kebakaran.

Baca Juga: Wako Agung Nugroho Pimpin Gotong Royong Bersihkan Jalan Arifin Ahmad

Selain unsur pemerintah dan aparat keamanan, sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Meranti juga turut menunjukkan kesiapan menghadapi musim kemarau. Salah satunya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang mengerahkan satu regu Fire Fighter dari Forest Protection Department RAPP Estate Pulau Padang beserta peralatan pendukung penanggulangan karhutla.

Kehadiran tim tersebut dipimpin Askep Forest Protection RAPP Estate Pulau Padang, Saprianto, yang mewakili manajemen Estate Pulau Padang.

Saprianto mengatakan keterlibatan perusahaan dalam apel siaga merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya pencegahan karhutla yang dilakukan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga: Heboh Sidang Abdul Wahid, PH Dani M Nursalam dan Asri Auzar Hampir Baku Hantam

“Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pihak. Melalui kegiatan ini, kami berharap koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan maupun penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, efektif, dan terintegrasi,” ujar Saprianto.

Menurutnya, RAPP selama ini terus melakukan berbagai langkah pencegahan melalui peningkatan kesiapsiagaan personel, pemeliharaan sarana dan prasarana pemadaman, patroli rutin, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat terkait dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (wir)

Editor : M. Erizal
#apel siaga bencana karhutla #karhutla #kepulauan meranti