SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kabar baik bagi warga korban bencana abrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemkab melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) terus memperjuangkan bantuan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah pesisir yang rawan abrasi.
Kepala Dinas Perkimtan-LH Kepulauan Meranti Agustiono, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti program bantuan rumah korban bencana ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Program tersebut nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau.
"Untuk program rumah bagi korban bencana seperti abrasi di Kecamatan Tebingtinggi Barat, sudah kami follow up ke BPBD Provinsi. Insya Allah ada sekitar 12 unit rumah yang dianggarkan untuk tahun 2026," ujar Agustiono kepada Riaupos.co, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, program tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi persyaratan dan menunggu persetujuan dari Gubernur Riau. Jika seluruh proses berjalan lancar, pembangunan rumah ditargetkan dapat direalisasikan tahun ini.
Agustiono menjelaskan, Desa Alai di Kecamatan Tebingtinggi Barat menjadi prioritas pertama penerima bantuan rumah korban abrasi. Selanjutnya, program serupa akan diarahkan ke Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, sebelum diperluas ke kecamatan lainnya yang memiliki kondisi serupa.
"Program ini sebenarnya terus dianggarkan Pemprov Riau untuk seluruh kabupaten dan kota. Hanya saja, baru tahun ini kita tindak lanjuti secara maksimal untuk Meranti," katanya.
Tak hanya fokus pada korban bencana, Pemkab Meranti juga terus mengupayakan bantuan perumahan dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pada tahap pertama, sebanyak 200 unit rumah di Kepulauan Meranti kini tengah memasuki proses pelaksanaan program rehabilitasi rumah.
Selain itu, untuk tahap delapan program BSPS yang bersumber dari Kementerian PKP dan bekerja sama dengan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Meranti kembali mendapat alokasi besar.
Baca Juga: DPRD Kampar Terima SK PAW Fraksi PAN, Idris Gantikan Irwan Saputra
Khusus wilayah perbatasan di tiga kecamatan Pulau Rangsang, kuota yang telah ditetapkan mencapai sekitar 700 unit rumah.
"Dalam waktu dekat tim Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Satker dari Kementerian PKP akan turun melakukan verifikasi terhadap sekitar 700 calon penerima bantuan," ungkap Agustiono.
Ia menambahkan, untuk tahap 11 program BSPS, Pemkab Meranti juga kembali mengusulkan tambahan kuota. Meski jumlah pastinya belum dapat dipastikan, pihaknya optimistis Meranti masih berpeluang mendapatkan alokasi tambahan.
Baca Juga: Kuansing Torehkan WTP Ke-15 Kali, Ini Kata Bupati Suhardiman Amby
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Agustiono menyebut data perumahan yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi salah satu yang terbaik di Sumatera. Data tersebut rutin diperbarui setiap tiga bulan untuk memastikan akurasi calon penerima bantuan.
"Alhamdulillah, data Meranti saat ini menjadi yang terbaik se-Sumatera. Ini menjadi modal penting agar usulan bantuan kita terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat," ujarnya.
Bagi masyarakat yang belum masuk daftar penerima bantuan, Agustiono meminta agar tetap bersabar. Ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan tambahan kuota agar semakin banyak warga yang dapat menikmati program perbaikan rumah. "Mudah-mudahan yang belum mendapat bantuan tetap bersabar. Insya Allah pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya akan mendapat giliran perbaikan rumah," tutupnya.
Editor : Rinaldi