Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

KLM Setia Bersama Karam di Selat Rengit

Wira Saputra • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:03 WIB
Sejumlah pihak berupaya untuk menyelamatkan sejumlah muatan yang mengapung dari lambung  KLM Setia Bersama yang tenggelam di Perairan Selat Rengit, Senin (22/6/2026). (POLRES KEPULAUAN MERANTI UNTUK RIAU POS)
Sejumlah pihak berupaya untuk menyelamatkan sejumlah muatan yang mengapung dari lambung  KLM Setia Bersama yang tenggelam di Perairan Selat Rengit, Senin (22/6/2026). (POLRES KEPULAUAN MERANTI UNTUK RIAU POS)

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) - Kapal Layar Motor (KLM) Setia Bersama dilaporkan karam di Perairan Selat Rengit, tepatnya di wilayah Desa Ketapang, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (22/6) dini hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB itu bermula saat kapal yang dinakhodai Sudarman sedang berlayar dari Pelabuhan Perawang, Riau menuju Batam, Kepulauan Riau. Kapal tersebut membawa berbagai barang ekspedisi, di antaranya muatan kertas HVS dalam jumlah besar serta toren air merek Penguin.

Saat mendekati Kuala Selat Rengit, kapal tiba-tiba mengalami kemiringan ke sisi kanan. Dalam waktu singkat, kapal kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam. Muatan yang dibawa pun terlepas dan hanyut terbawa arus deras di perairan tersebut.

Baca Juga: KLM Setia Bersama Karam di Selat Ringgit, Muatan Ekspedisi hingga Toren Air Hanyut

Beruntung, nahkoda beserta seluruh anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan laut tersebut.

Kapolres Kepulauan Me­ranti Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Polairud Abdul Roni membenarkan kejadian itu.

Menurut Abdul Roni, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 10.30 WIB, atau beberapa jam setelah kapal tenggelam. Informasi awal menyebutkan adanya kapal karam dengan muatan yang berserakan di laut dan berpotensi membahayakan lalu lintas pelayaran.

Baca Juga: Asmar Bawa Daftar Persoalan Kepulauan Meranti ke Bappenas Demi Dukungan APBN 2027

“Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Syahbandar Selatpanjang dan menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan,” ujarnya.

Sesampainya di titik koordinat N 0°58’13.755”, E 102°33’19.285”, tim gabungan hanya menemukan serpihan muatan yang masih mengapung. Sementara bangkai kapal belum ditemukan.

Sebagian muatan yang terapung di tengah perairan kemudian dipindahkan ke bibir pantai dengan bantuan warga setempat agar tidak mengganggu jalur pelayaran kapal lain.

Saat melakukan penyisiran di sekitar pesisir Desa Ketapang, petugas memperoleh informasi dari nelayan bahwa nahkoda KLM Setia Bersama telah lebih dahulu menuju Selatpanjang untuk melapor ke Syahbandar.

Tim lalu bergerak ke Kantor Syahbandar Selatpanjang dan mendapati nahkoda Sudarman beserta seluruh kru dalam kondisi sehat.

Abdul Roni menegaskan, untuk sementara penyebab pasti kapal miring hingga tenggelam masih menunggu hasil penyelidikan Syahbandar.

“Jika nantinya ditemukan unsur kelalaian atau unsur pidana, tentu akan dilakukan koordinasi lebih lanjut untuk proses hukum,” tegasnya. (wir)

Editor : Arif Oktafian
#KLM Setia Bersama #kapal karam #selat rengit #kepulauan meranti