Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Biaya Tahapan Pilkades 12 Desa di Meranti Tembus Rp 390 Juta

Wira Saputra • Jumat, 26 Juni 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi pilkades serentak. (Jawapos.com)
Ilustrasi pilkades serentak. (Jawapos.com)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Kepulauan Meranti dipastikan menelan anggaran sekitar Rp390 juta dari APBD.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades di 12 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, mulai dari pembentukan panitia, sosialisasi, pencalonan, kampanye, pengadaan logistik pemungutan suara, hingga pelantikan kepala desa terpilih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Asroruddin, melalui Kepala Bidang PMD Aminullah, mengatakan besaran anggaran tiap desa tidak disamaratakan karena menyesuaikan jumlah pemilih dan kebutuhan teknis penyelenggaraan.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Kontrakan di Jalan Melur Pekanbaru

“Alokasi anggaran berbeda-beda karena mempertimbangkan kondisi dan jumlah pemilih di setiap desa. Semakin besar jumlah pemilih dan kebutuhan pelaksanaannya, maka kebutuhan anggarannya juga lebih besar,” ujarnya saat dihubungi belum lama ini.

Desa Alahair, Kecamatan Tebing Tinggi, menjadi penerima alokasi anggaran terbesar yakni Rp50 juta. Angka itu sejalan dengan besarnya jumlah pemilih di desa tersebut yang mencapai 4.549 orang, tersebar di sembilan TPS.

Sebaliknya, alokasi anggaran terkecil diberikan kepada Desa Tanjung Kulim, Kecamatan Merbau, sebesar Rp20 juta. Desa ini memiliki 478 pemilih dengan dua TPS.

Baca Juga: Menuntut Keadilan Migas: Pemkab Siak Dukung KPK Benahi Sengkarut PI 10 Persen

Selain Alahair, sejumlah desa seperti Insit, Dwi Tunggal, Bungur, Beting, Baran Melintang, Kudap, dan Mengkikipot masing-masing menerima anggaran Rp35 juta. Sementara Tanjung Medang, Wonosari, dan Pangkalan Balai memperoleh alokasi Rp25 juta per desa.

Aminullah menegaskan, anggaran yang disiapkan difokuskan untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas penyelenggaraan.

“Anggaran ini difokuskan untuk kebutuhan teknis pelaksanaan pilkades agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Prinsipnya efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Baca Juga: Gerai The Palace Mal SKA Hadir Kembali, Tampil Modern, Nyaman dengan Koleksi yang  Makin Lengkap

Sebagai informasi, pilkades serentak 2026 akan diikuti 16.710 pemilih dengan total 43 TPS. Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober 2026 mendatang. (wir)

Editor : M. Erizal
#pilkades serentak 2026 #Pemilihan Kepala Desa Serentak #kepulauan meranti