SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Progres pembangunan 17 gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kepulauan Meranti hingga kini belum rampung sepenuhnya. Meski pengerjaan fisik terus berjalan, realisasi pembangunan rata-rata baru mencapai sekitar 70 persen.
Belum tuntasnya pembangunan gedung koperasi tersebut menjadi perhatian, mengingat fasilitas itu diharapkan segera dapat difungsikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa. Pemerintah daerah pun terus mendorong percepatan agar seluruh pembangunan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Eko Priyono, kepada Riau Pos, menjelaskan bahwa pembangunan 17 gedung tersebut merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat yang diberikan kepada koperasi yang dinilai telah siap dari sisi administrasi maupun teknis.
Menurut Eko, Kepulauan Meranti sebenarnya mengusulkan pembangunan untuk 102 koperasi. Namun usulan tersebut belum bisa sepenuhnya diakomodasi karena mayoritas koperasi masih menghadapi persoalan mendasar, yakni belum tersedianya lahan untuk pembangunan gedung.
“Usulan pembangunan ada 102 koperasi. Namun mayoritas belum memiliki lahan. Ada juga yang sudah punya lahan, tetapi luasnya belum sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, persoalan lahan masih menjadi hambatan utama. Tidak sedikit KDMP yang secara kelembagaan sudah terbentuk, tetapi belum memiliki aset tanah yang bisa digunakan untuk pembangunan fisik. Sementara itu, sebagian koperasi lainnya memang sudah memiliki lahan, namun ukuran atau luasannya belum memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
Akibat berbagai kendala tersebut, dari total usulan yang diajukan, Kepulauan Meranti sejauh ini baru memperoleh alokasi bantuan pembangunan 17 gedung koperasi dari pemerintah pusat.
Eko mengatakan, bantuan tersebut diprioritaskan bagi koperasi yang dinilai paling siap, terutama dari aspek ketersediaan lahan, legalitas dokumen, dan kesiapan administrasi lainnya.
“Pusat tentu mengutamakan koperasi yang readiness-nya sudah matang. Jadi yang punya lahan dan memenuhi syarat lebih dulu diakomodasi,” jelasnya.
Terkait progres pembangunan, Eko menyebut pengerjaan fisik di lapangan masih terus berlangsung. Meski rata-rata telah menyentuh angka 70 persen, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum gedung bisa difungsikan secara optimal.
Pemerintah daerah optimistis seluruh pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga gedung koperasi bisa dimanfaatkan untuk memperkuat aktivitas usaha masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Baca Juga: KPK Amankan 10 Orang dalam OTT Kuansing, Bupati dan Sekda Disebut Lembaga Antirasuah Kabur
Ia juga berharap koperasi lain yang belum mendapatkan bantuan pembangunan dapat segera menyiapkan persyaratan utama, khususnya soal lahan, agar peluang memperoleh bantuan pada tahap berikutnya semakin besar.
“Harapan kita, koperasi yang belum terakomodasi dapat mempersiapkan lahan sejak sekarang. Dengan begitu, saat ada tambahan bantuan dari pusat, Meranti sudah siap,” pungkasnya.(Wir)
Editor : Eka G Putra