Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Pangan di Meranti Mulai Turun

Wira Saputra • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:23 WIB
BELANJA: Warga berbelanja ikan di Pasar Jongkok Sungai Juling, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (2/7/2026).(wira saputra/riau pos)
BELANJA: Warga berbelanja ikan di Pasar Jongkok Sungai Juling, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (2/7/2026).(wira saputra/riau pos)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Harga sejumlah bahan pangan di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Komoditas seperti telur ayam ras, cabai, dan sejumlah sayuran kini harganya berangsur turun setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.

Meski begitu, harga sebagian besar kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil. Kondisi ini dinilai menunjukkan pasokan barang di Kepulauan Meranti tetap aman dengan distribusi dari daerah pemasok yang berjalan lancar.

Baca Juga: Lolos ke Pansus DPRD, Ranperda Pemkab Meranti Dihujani Catatan Fraksi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti, Marwan, mengatakan fluktuasi harga yang terjadi masih dalam batas wajar dan sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar, terutama faktor permintaan dan ketersediaan stok.

”Secara umum harga keperluan pokok masih terkendali. Beberapa komoditas seperti telur, cabai, dan sayuran memang mulai turun, dan ini berdampak positif terhadap daya beli masyarakat,” kata Marwan, Kamis (2/7).

Baca Juga: Dua Jabatan Strategis di Pemkab Meranti Masih Kosong, Eks Kadis Kominfotik Nonjob

Berdasarkan hasil pemantauan harian Disperindag di Pasar Percontohan Selatpanjang sepanjang Juni 2026, dari 47 komoditas yang dipantau, sebanyak 38 komoditas atau sekitar 81 persen tercatat tidak mengalami perubahan harga.

Namun, beberapa komoditas masih mengalami kenaikan. Kedelai impor tercatat naik 8,33 persen, susu bubuk balita meningkat 5 persen, sementara tomat menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 28,57 persen.

Baca Juga: Gaji Ke-13 ASN di Meranti Cair, Penyaluran Dua OPD Sempat Molor sebab Terganjal Administrasi

Di sisi lain, sejumlah bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun 15,38 persen, cabai rawit hijau turun 16,67 persen, gula pasir curah turun 11,11 persen, telur ayam ras turun 6,43 persen, susu bubuk turun 3,51 persen, serta ketimun turun 14,29 persen.

Marwan menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan barang di pasaran.

”Kami terus berkoordinasi dengan distributor, agen, dan pedagang agar pasokan tetap lancar sehingga harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena stok keperluan pokok di Meranti saat ini masih mencukupi.(wir)

Editor : Arif Oktafian
#disperindag meranti #kepulauan meranti #harga pangan #selatpanjang