Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PLN Ungkap Penyebab dan Kronologi Blackout di Pusat Kepulauan Meranti

Wira Saputra • Jumat, 17 Juli 2026 | 23:57 WIB
Situasi ruas jalan Banglas Kecamatan Tebingtinggi sebelum perbaikan jaringan listrik rampung oleh tim PLN ULP Selatpanjang, Jumat (17/6/2026) malam.(Wira/Riaupos.co)
Situasi ruas jalan Banglas Kecamatan Tebingtinggi sebelum perbaikan jaringan listrik rampung oleh tim PLN ULP Selatpanjang, Jumat (17/6/2026) malam.(Wira/Riaupos.co)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Pasokan listrik di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, sempat mengalami pemadaman total (blackout) selama beberapa jam, Jumat (17/7/2026). 

Gangguan dipicu ambruknya satu tiang jaringan distribusi listrik di kawasan Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Selatpanjang, Jalan Yos Sudarso.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan menyebabkan suplai listrik ke sejumlah wilayah di Kecamatan Tebingtinggi terganggu.

Baca Juga: Polres Kuansing Ungkap Kasus Dugaan Pemurnian Emas Tanpa Izin, Satu Tersangka Diamankan

Manager ULP PT PLN (Persero) Selatpanjang, Roni Saputra, mengatakan penyebab pasti robohnya tiang masih dalam proses investigasi. PLN masih melakukan pemeriksaan apakah kerusakan disebabkan kondisi tiang yang telah mengalami penurunan kualitas atau akibat pondasi yang kehilangan daya dukung karena berada di kawasan rawa dengan kontur tanah yang labil.

"Kami masih melakukan evaluasi terhadap penyebab robohnya tiang tersebut. Tim sedang memastikan apakah karena kondisi konstruksi tiang atau faktor pondasi yang berada di area bertanah lunak," ujar Roni kepada Riaupos.co, Jumat (17/7/2026) malam.

Untuk mempercepat pemulihan, petugas melakukan manuver jaringan, yakni mengalihkan sebagian beban listrik ke penyulang lain agar pelanggan dapat kembali menikmati pasokan listrik.

Baca Juga: Perjuangkan Hak DBH Daerah, Bupati Siak Afni Temui Wapres Gibran Rakabuming Raka

Namun, saat proses pemulihan berlangsung, kembali terjadi gangguan pada jaringan distribusi yang dipicu oleh aktivitas satwa liar, yakni monyet, yang mengenai jaringan listrik.

"Ketika sebagian sistem sudah berhasil dinormalkan, terjadi gangguan lain pada jaringan akibat satwa yang mengakibatkan penyulang kembali trip," jelasnya.

Setelah gangguan tersebut berhasil diatasi, sistem kembali mengalami pemadaman. Kali ini penyebabnya bukan lagi kerusakan jaringan, melainkan beban berlebih (overload) pada penyulang yang menerima pengalihan pasokan listrik. Beban yang dialihkan melebihi kapasitas jaringan sehingga sistem proteksi bekerja untuk mengamankan peralatan kelistrikan.

Baca Juga: Bupati Anton Bawa Kabar Baik dari Jakarta, PT SMI Setujui Pinjaman Daerah Rp154,9 M untuk Tuntaskan RSUD Tipe B dan Bangun MPP Rohul

"Karena beban dialihkan ke penyulang lain, kapasitas jaringan yang menerima pengalihan tidak mampu menampung seluruh beban. Akibatnya terjadi pemadaman kembali sebelum dilakukan normalisasi," terang Roni.

Sementara itu, petugas PLN terus melakukan penggantian dan perbaikan tiang yang ambruk. Setelah pekerjaan selesai, jaringan berhasil dinormalkan kembali sekitar pukul 20.05 WIB, sehingga pasokan listrik ke pelanggan kembali pulih secara bertahap.

Roni memastikan gangguan tersebut tidak disebabkan kekurangan pasokan daya pembangkit. Menurutnya, seluruh unit pembangkit di sistem kelistrikan Selatpanjang beroperasi normal.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ikhwan Sampaikan Permintaan Maaf ke Masyarakat

"Saat ini kondisi pembangkit aman. Daya mampu pembangkit mencapai sekitar 18 megawatt, sementara beban puncak berada di kisaran 15 megawatt. Artinya masih tersedia cadangan daya sekitar 3 megawatt. Gangguan yang terjadi murni berada pada sisi jaringan distribusi, bukan karena kekurangan pasokan listrik," jelasnya.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Roni menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan dan infrastruktur kelistrikan, terutama pada titik-titik yang berada di kawasan dengan karakteristik tanah lunak, guna meningkatkan keandalan pasokan listrik serta meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.

"Kami berkomitmen terus meningkatkan keandalan sistem distribusi. Evaluasi terhadap kondisi aset dan jaringan akan kami lakukan secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tutupnya. (wir)

Editor : M. Erizal
blackout kepulauan meranti pemadaman total