Tim Peneliti Unri Dalami Relasi Nelayan-Pengepul di Kepulauan Meranti Melalui Skema Ripekdom 2026

Prapti Dwi Lestari • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 11:02 WIB
FOTO BERSAMA: Dosen Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri Asnika Putri Simanjuntak MSi (dua kanan) didampingi Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti Ahmad Yani SPi MM (tengah), Sekretaris Dinas Perikanan Dody Hamdani SSos MM (dua kiri), dosen Teknik Kimia FT Unri Alltop Amri Ya Habib ST MT (kanan), dan dosen Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri Mutiara Fitri SP MSi (kiri) foto bersama saat penelitian di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Ahad (12/7/2026). (Unri untuk riau pos)
FOTO BERSAMA: Dosen Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri Asnika Putri Simanjuntak MSi (dua kanan) didampingi Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti Ahmad Yani SPi MM (tengah), Sekretaris Dinas Perikanan Dody Hamdani SSos MM (dua kiri), dosen Teknik Kimia FT Unri Alltop Amri Ya Habib ST MT (kanan), dan dosen Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri Mutiara Fitri SP MSi (kiri) foto bersama saat penelitian di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Ahad (12/7/2026). (Unri untuk riau pos)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Tim peneliti muda dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) serta Fakultas Teknik Universitas Riau (Unri) turun langsung ke sejumlah desa pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti, Ahad (12/7) lalu untuk mengkaji pola hubungan sosial-ekonomi antara nelayan dan pengepul ikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Riset Peningkatan Kapasitas Dosen Muda (Ripekdom) Tahun 2026 yang diselenggarakan Universitas Riau.

Penelitian bertajuk ”Hierarki Sosial, Relasi Patron–Klien, dan Ketergantungan Nelayan–Pengepul dalam Penanganan Hasil Tangkapan Ikan” ini diketuai oleh dosen Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri Asnika Putri Simanjuntak MSi bersama dua anggota tim, yaitu Alltop Amri Ya Habib ST MT dari Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unri dan Mutiara Fitri SP MSi dari Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan FPK Unri.

Baca Juga: PLN Ungkap Penyebab dan Kronologi Blackout di Pusat Kepulauan Meranti

Ketua Peneliti Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau Asnika Putri Simanjuntak MSi menjelaskan, kegiatan penelitian dipusatkan di Kota Selatpanjang serta dua kampung nelayan di wilayah pesisir, yakni Desa Insit dan Desa Tanah Merah. Kedua desa tersebut merupakan kawasan yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat mela­lui sektor perikanan tangkap.

”Kami ingin memahami secara langsung bagaimana pola hubungan antara nelayan dan pengepul terbentuk, serta sejauh mana tingkat ketergantungan nelayan terhadap pengepul dalam memasarkan hasil tangkapannya. Ini bukan sekadar hubungan ekonomi, melainkan relasi sosial yang telah berlangsung lama dan memengaruhi posisi tawar nelayan,” ujarnya.

Baca Juga: Final Piala Dunia Picu Adu Prediksi Bupati Asmar Jagokan Argentina, Wabup Muzamil Spanyol

Pelaksanaan penelitian ini turut mendapat pendampingan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau sejak tahun 2024.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ahmad Yani SPi MM menyambut baik kehadiran Tim Peneliti Universitas Riau tersebut. Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan penelitian semata, tetapi mampu melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Kepulauan Meranti.(ayi/c)

Editor : Arif Oktafian
nelayan kepulauan meranti Unri universitas riau