PAD Diturunkan Rp84 Miliar, Tahun 2027 Meranti Pilih Target yang Lebih Masuk Akal

Wira Saputra • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB
Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, (Dok Riaupos.co)
Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, (Dok Riaupos.co)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)  – Rancangan awal APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran 2027 memperlihatkan satu fakta yang belum banyak berubah. Meski pemerintah daerah mulai menyusun anggaran dengan pendekatan lebih realistis, struktur keuangan daerah masih didominasi dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi yang mencapai sekitar 86 persen dari total pendapatan.

Dari proyeksi pendapatan sebesar Rp1,035 triliun, hanya sekitar Rp138,75 miliar yang diharapkan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selebihnya, atau Rp897,21 miliar, masih mengandalkan transfer pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Kepala Bappeda Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah memilih menyusun proyeksi APBD secara lebih terukur dibanding menetapkan target yang terlalu optimistis.

 Baca Juga: Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Bupati Siak Terbitkan Surat Edaran, Ciptakan Lingkungan Belajar Aman dan Nyaman

 "Proyeksi RKPD disusun berdasarkan kemampuan riil keuangan daerah. Kami mengukur potensi pendapatan yang benar-benar memungkinkan dicapai sehingga belanja juga disesuaikan dengan kemampuan fiskal yang ada," kata Abu Hanifah, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, langkah itu diambil agar APBD yang disusun lebih kredibel dan tidak menimbulkan kesenjangan besar antara target pendapatan dengan realisasi.

Ia menjelaskan, target PAD tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp138,75 miliar, lebih rendah dibanding target APBD 2026 yang mencapai Rp223,5 miliar. Penyesuaian tersebut bukan berarti pemerintah mengurangi semangat meningkatkan pendapatan, tetapi lebih mencerminkan potensi riil yang dapat dicapai.

Meski demikian, pemerintah tetap berharap berbagai sektor seperti pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset daerah, serta sumber PAD lainnya dapat terus dioptimalkan agar ketergantungan terhadap dana transfer secara bertahap berkurang.

 Baca Juga: Pemprov Riau Tetapkan Pemenang Sayembara Logo Hari Jadi Ke-69

Selain itu, Abu menyebut penyusunan APBD yang realistis juga bertujuan menjaga ruang fiskal daerah di tengah dinamika kebijakan pemerintah pusat.

Dalam proyeksi RKPD, belanja daerah tahun 2027 dirancang sebesar Rp1,038 triliun, sedangkan pendapatan diperkirakan Rp1,035 triliun dengan defisit sekitar Rp2,6 miliar yang akan ditutup melalui SiLPA. Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah melalui tahapan fasilitasi Pemerintah Provinsi Riau serta pembahasan bersama DPRD.(wir)

Editor : Edwar Yaman
abu hanifah meranti pad