Dua Kecamatan di Meranti Krisis Listrik, PLN Akui Pembangkit Bermasalah Tanpa Cadangan

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Petugas melakukan perbaikan mesin pembangkit di bawah pengawasan PLN ULP Selatpanjang. (Istimewa)
Petugas melakukan perbaikan mesin pembangkit di bawah pengawasan PLN ULP Selatpanjang. (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Krisis pasokan listrik masih membayangi dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Warga di Kecamatan Merbau kini harus menghadapi pemadaman bergilir setiap hari, sementara Kecamatan Rangsang Barat berada di ujung ancaman lantaran pembangkit yang beroperasi nyaris tanpa cadangan daya.

Kondisi tersebut diungkapkan Manager ULP PLN Selatpanjang, Roni Saputra, kepada Riaupos.co, Rabu (5/8/2026). Menurut Roni, pemadaman bergilir di Kecamatan Merbau tidak dapat dihindari setelah tiga unit mesin pembangkit di PLTMG Teluk Belitung mengalami kerusakan sejak sekitar tiga pekan terakhir. Akibatnya, pasokan listrik tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat beban pemakaian mencapai puncaknya.

"Saat ini pemadaman bergilir terpaksa dilakukan di Kecamatan Merbau karena beberapa unit mesin mengalami gangguan. Pemadaman dilakukan ketika memasuki beban puncak," ujarnya.

Baca Juga: Dihadapan Kepala Daerah Tiga Negara, Irjen Herry Tegaskan Kerusakan Lingkungan Berpotensi Menjadi Ancaman Keamanan

Ia menjelaskan, pembangkit Teluk Belitung memiliki 13 unit mesin dengan total daya mampu sekitar 2,5 megawatt (MW) yang sebelumnya cukup untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat. Namun, setelah tiga unit mengalami kerusakan, daya mampu pembangkit turun menjadi hanya 2 MW, sementara kebutuhan saat beban puncak tetap berada di kisaran 2,5 MW.

"Karena daya yang tersedia tidak mencukupi, terpaksa dilakukan pemadaman bergilir agar sistem tetap bisa beroperasi," jelasnya.

PLN, kata Roni, kini terus berupaya mempercepat pemulihan. Salah satu mesin yang rusak ditargetkan dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat. Selain itu, PLN juga sedang mengkaji rencana relokasi satu unit mesin berkapasitas 300 kilowatt (kW) dari Tanjungpinang untuk memperkuat pasokan listrik di Merbau.

Baca Juga: Bertemu Menteri PU, Plt Gubri Sampaikan Beberapa Usulan Pembangunan Infrastruktur 

"Rencana relokasi mesin 300 kW dari Tanjungpinang masih dalam kajian teknis. Kami juga terus mengupayakan penambahan mesin dan saat ini intens berkoordinasi di Pekanbaru," katanya.

Sementara itu, persoalan serupa juga mengintai Kecamatan Rangsang Barat. Meski belum mengalami pemadaman rutin seperti Merbau, sistem kelistrikan di wilayah tersebut dinilai sangat rentan karena tidak memiliki mesin cadangan.

Saat ini, PLTD Lemang memiliki daya mampu sekitar 2,2 MW. Namun, kelebihan daya yang tersedia hanya sekitar 1 kW, sehingga hampir tidak ada ruang cadangan apabila salah satu mesin mengalami gangguan.

Baca Juga: Komisi III Soroti Lambannya Proses Lelang Pembangunan Pasar Yos Sudarso

"Di Lemang memang masih surplus, tetapi hanya sekitar 1 kW. Tidak ada mesin cadangan. Jadi kalau ada satu mesin saja yang bermasalah, pemadaman bergilir tidak bisa dihindari," ungkap Roni.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN telah menyiapkan rencana penambahan pembangkit di PLTD Lemang. Program itu sebenarnya telah dirancang sejak beberapa waktu lalu, namun prosesnya sempat terhambat akibat pengalihan pengelolaan pembangkit ke anak perusahaan PLN.

"Sekarang pengelolaannya sudah berada di anak perusahaan. Izin prinsip sudah terbit, tinggal menunggu dokumen penunjukan. Target kami penambahan pembangkit tetap bisa terealisasi tahun ini," pungkasnya.

 

Editor : Rinaldi
pln kepulauan meranti krisis listrik kecamatan merbau Pemadaman bergilir