SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Harapan menemukan seluruh korban kapal pompong yang tenggelam di perairan Desa Mengkikip, Kabupaten Kepulauan Meranti, belum sepenuhnya terwujud. Setelah tiga hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Amir (50), warga Desa Teluk Belitung. Jenazah ditemukan warga pada Rabu (5/8) sekitar pukul 12.25 WIB, sebelum dievakuasi Tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, Iqbal (25), warga Desa Kampung Balak, hingga Rabu petang masih belum ditemukan. Tim SAR memastikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (6/8).
Kepala Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, mengatakan, operasi pencarian terus diperluas untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang.
Baca Juga: Pemkab Meranti Tagih Janji Pembangunan Gudang, Berikut Respons Perum Bulog Jakarta
‘’Pada pukul 12.25 WIB kami menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan satu korban. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban teridentifikasi atas nama Amir dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,’’ ujarnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Ahad (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapal pompong yang membawa empat pekerja sagu berangkat dari Kampung Balak menuju Sungai Metas untuk mengambil dan menebang pohon sagu.
Namun, saat melintas di perairan Desa Mengkikip, kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba tenggelam.
Dua penumpang, Ivan (30) dan Bobi (30), berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Iqbal dan Amir hilang terbawa arus.
Baca Juga: Dua Kecamatan di Meranti Krisis Listrik, PLN Akui Pembangkit Bermasalah Tanpa Cadangan
Sejak hari pertama, Tim SAR gabungan mengerahkan personel dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pencarian pada hari kedua diperluas hingga lima mil laut persegi, namun belum membuahkan hasil.
Memasuki hari ketiga, area pencarian kembali diperluas menjadi tujuh mil laut persegi. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya Amir dalam keadaan meninggal dunia.
Baca Juga: Kasus Eksploitasi Anak Pertama di Meranti, Korban Putus Sekolah Dipaksa Orang Tua Bekerja
‘’Meski demikian, operasi belum berakhir. Hingga kini penyisiran terhadap korban terakhir masih belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi,’’ ujarnya.
Tim SAR gabungan berharap kondisi cuaca mendukung agar proses pencarian terhadap Iqbal dapat berjalan maksimal dan korban segera ditemukan.(wir)
Editor : Arif Oktafian