Waspada! Baru Tujuh Bulan, Kasus HIV di Meranti Sudah Lampaui Jumlah Setahun Penuh 2025

Wira Saputra • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok Jawapos.com)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok Jawapos.com)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti telah menemukan 26 kasus baru, jumlah yang sudah melampaui total temuan sepanjang tahun 2025 yang mencapai 23 kasus.

Bahkan, angka tersebut juga telah melewati temuan selama tahun 2024 yang berjumlah 24 kasus, padahal tahun 2026 baru berjalan tujuh bulan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Widya Nengsih SKM MH, mengungkapkan bahwa pada Juli saja ditemukan enam kasus baru HIV, sehingga total kasus sepanjang Januari hingga Juli mencapai 26 orang.

Baca Juga: Proses Seleksi Calon Pimpinan Baznas Provinsi Riau Dimulai 19 Agustus 

"Pada bulan Juli saja kita menemukan enam kasus baru. Jika dibandingkan, selama tahun 2024 ditemukan 24 kasus dan tahun 2025 sebanyak 23 kasus. Artinya, hingga Juli 2026 saja jumlahnya sudah mencapai 26 kasus," ujar Widya, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sejak 2014 hingga Juli 2026, jumlah kumulatif temuan HIV/AIDS di Kepulauan Meranti telah mencapai 241 kasus.

Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 106 kasus secara kumulatif. Disusul Rangsang Barat 29 kasus, Rangsang Pesisir 27 kasus, Rangsang 24 kasus, Pulau Merbau 19 kasus, Merbau 12 kasus, Tebing Tinggi Barat 14 kasus, Tasik Putri Puyu 5 kasus, dan Tebing Tinggi Timur 5 kasus.

Baca Juga: Operasi Tim SAR Berakhir, Dua Korban Kapal Pompong Tenggelam Ditemukan Meninggal

Widya menegaskan, meningkatnya angka temuan bukan berarti penularan semata-mata semakin tinggi, tetapi juga dipengaruhi semakin aktifnya kegiatan skrining dan pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan. Meski demikian, kondisi tersebut tetap harus menjadi perhatian serius seluruh masyarakat.

"HIV masih menjadi ancaman nyata. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perilaku berisiko, serta tidak ragu melakukan pemeriksaan jika merasa memiliki faktor risiko. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pengobatan dapat diberikan sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, menggunakan peralatan makan bersama, atau tinggal serumah. 

Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, DKP Bengkalis Gelar Gerakan Pangan Murah 

Namun, ia menerangkan bahwa virus ini dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya tanpa penanganan medis.

"Dinas Kesehatan terus menggencarkan edukasi, deteksi dini, dan pengobatan bagi penderita HIV untuk memutus rantai penularan di Kepulauan Meranti," terangnya.

Data Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, total temuan HIV/AIDS 2014–Juli 2026, 241 kasus, Tahun 2024, 24 kasus, Tahun 2025, 23 kasus, Januari–Juli 2026, 26 kasus, Temuan Juli 2026, 6 kasus.

Editor : Rinaldi
kasus hiv meningkat kepulauan meranti