Polres Meranti Persempit Ruang Karhutla, Bhabinkamtibmas Dikerahkan Menuju Pelosok Desa

Wira Saputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Kapolres memantau kanal desa  untuk mengetahui tingkat kekeringan wilayah potensi karhutla. (Istimewa)
Kapolres memantau kanal desa  untuk mengetahui tingkat kekeringan wilayah potensi karhutla. (Istimewa)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Jelang patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang akan dilakukan Kapolda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti, Polres Meranti memperketat pengawasan di seluruh wilayah hukum.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita SIK, bahkan meminta seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya titik api. Pencegahan harus dilakukan dari sekarang dan menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat desa.

Instruksi itu disampaikan Kapolres kepada jajaran, Senin (10/8/2026). Seluruh personel diminta meningkatkan patroli dan pemantauan selama sepekan ke depan, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya karhutla.

 Baca Juga: Pemkab Meranti Bakal Menggesa Bagian Perbatasan Naik Kelas Jadi Badan

“Seluruh bhabin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu ke depan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing-masing,” tegas Gede.

Kapolres menekankan, penanganan karhutla tidak boleh hanya bergerak setelah api muncul. Deteksi dini, patroli dan pencegahan harus menjadi prioritas.

Bhabinkamtibmas dan personel Polsek diminta turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Sosialisasi tidak harus dilakukan dalam kegiatan formal. Personel diminta memanfaatkan kendaraan dinas yang dilengkapi pengeras suara atau membawa toa untuk menyampaikan imbauan di tengah aktivitas masyarakat.

 Baca Juga: Diduga Hilang Kendali di  Flyover Imam Munandar, Remaja Tewas di Tempat

Bahkan, kegiatan keramaian seperti pertandingan mini soccer dan kegiatan masyarakat lainnya diminta menjadi ruang untuk menyampaikan pesan pencegahan karhutla.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus anggapan bahwa pembakaran merupakan cara mudah dan biasa digunakan masyarakat dalam membersihkan atau membuka lahan.

Selain imbauan, jajaran Polres juga diminta kembali memperbanyak pemasangan spanduk dan banner di lokasi-lokasi strategis. Pesan yang disampaikan tidak hanya soal bahaya kebakaran, tetapi juga ancaman pidana bagi pelaku pembakaran lahan.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan sekadar pelanggaran lingkungan, tetapi dapat berujung pada proses hukum.

Pengawasan juga diarahkan sampai ke tingkat desa. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diminta menggandeng pemerintah desa serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan patroli bersama.

Lokasi yang dinilai rawan harus dipetakan dan dipantau secara rutin. Langkah ini diharapkan membuat potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

 Baca Juga: Kenang Jasa Pahlawan, Keluarga Besar MAN 3 Pekanbaru Tabur Bunga di TMP Kusuma Dharma

Kapolres juga mendorong pemerintah desa memberikan perhatian terhadap keberadaan MPA, termasuk mempertimbangkan pemberian insentif bagi anggota yang aktif melakukan patroli dan pencegahan.

Menurut Gede, pencegahan karhutla tidak bisa dibebankan kepada kepolisian saja. Pengawasan harus menjadi tanggung jawab bersama karena sebagian besar wilayah rawan berada dekat dengan aktivitas masyarakat.

Ia juga meminta seluruh kegiatan pencegahan didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi tersebut akan ditampilkan pada Kamis sebagai gambaran langkah nyata jajaran kepolisian dalam melakukan pencegahan karhutla.

Namun, publikasi tersebut bukan sekadar untuk menunjukkan aktivitas personel. Menurutnya, informasi mengenai upaya pencegahan juga penting untuk membangun kesadaran masyarakat.

“Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yang membalasnya berkali-kali lipat rekan-rekan,” pesannya.

Dengan patroli yang diperkuat hingga tingkat desa, Polres Meranti ingin memastikan pencegahan karhutla dilakukan sebelum persoalan membesar. Targetnya jelas: jangan sampai api muncul, baru semua bergerak.(wir)

Editor : Edwar Yaman
karhutla pelosok desa polres meranti bhabinkamtibmas