Harga Ayam Ras di Meranti Melonjak 12,61 Persen, Pasokan dari Pekanbaru Terbatas

Wira Saputra • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Kepala Disperindag Kepulauan Meranti Marwan. (Dok Riaupos.co)

Kepala Disperindag Kepulauan Meranti Marwan. (Dok Riaupos.co)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Klaim harga bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Meranti masih relatif terkendali tidak sepenuhnya menggambarkan tekanan di pasar. Salah satu komoditas yang justru mengalami lonjakan cukup tajam adalah daging ayam ras karkas.

Hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti selama Agustus 2026 mencatat harga ayam ras karkas naik dari Rp34.100 menjadi Rp38.400 per kilogram. Kenaikannya mencapai Rp4.300 atau 12,61 persen.

Kepala Disperindag Kepulauan Meranti Marwan mengatakan, kenaikan tersebut terutama dipicu persoalan pasokan dari Pekanbaru. Terbatasnya pasokan membuat ketersediaan ayam di pasar Selatpanjang ikut tertekan.

 Baca Juga: Dorong JDIH Berkualitas dan Terintegrasi, Kemenkum Riau Intensifkan Pendampingan

“Untuk daging ayam ras karkas memang terjadi kenaikan harga. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya pasokan dari Pekanbaru, sehingga ketersediaan ayam di pasar menjadi lebih terbatas,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Tekanan harga semakin terasa karena permintaan ikut meningkat. Kembali beroperasinya dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah aktivitas sekolah berjalan normal turut mendongkrak kebutuhan ayam ras.

Dengan kata lain, persoalannya bukan semata-mata harga di tingkat pedagang. Permintaan meningkat ketika pasokan belum mampu mengimbanginya.

“Kondisi tersebut menyebabkan permintaan terhadap daging ayam ras karkas meningkat sementara pasokan yang tersedia masih terbatas, sehingga harga mengalami kenaikan,” jelasnya.

 Baca Juga: Siap Merebut Juara di Event Pacu Jalur Telukkuantan, Inilah 31 Jalur Asal Inhu yang Akan Bertarung

Di tengah kenaikan ayam, pergerakan harga cabai justru menunjukkan arah berbeda. Cabai merah keriting turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram atau anjlok Rp10.000, setara sekitar 20 persen.

Sementara sejumlah kebutuhan pokok lainnya belum menunjukkan perubahan berarti. Beras medium bertahan di Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp15.400, kedelai impor Rp13.000, cabai rawit merah Rp65.000, bawang merah Rp36.000, gula pasir curah Rp16.000, gula kemasan Rp19.500, minyak goreng curah Rp22.000, Minyakita Rp15.700 per liter, tepung terigu Rp12.000, dan telur ayam ras Rp26.700 per kilogram.

Harga daging sapi, ikan tongkol, ikan teri, bawang putih, bawang bombai, garam, susu, tempe, tahu, udang, sejumlah komoditas hortikultura, ayam kampung, telur ayam kampung, kacang hijau, hingga kacang tanah juga relatif stabil.

 Baca Juga: Gempa Nias Selatan Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG Sebut Dipicu Aktivitas Subduksi

Namun, stabilnya sebagian besar harga tidak berarti persoalan pasokan bisa diabaikan. Sebagai daerah kepulauan, Meranti sangat bergantung pada kelancaran distribusi dari luar daerah. Gangguan pasokan sedikit saja berpotensi langsung tercermin pada harga di pasar.

Disperindag memastikan pemantauan akan terus dilakukan, khususnya terhadap komoditas yang mengalami kenaikan. Pemerintah daerah juga akan melihat perkembangan pasokan, distribusi, serta harga di tingkat distributor hingga pedagang.

“Kami akan terus melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Untuk komoditas yang mengalami kenaikan, kami akan melihat perkembangan pasokan dan distribusinya. Jangan sampai keterbatasan pasokan berlangsung terlalu lama sehingga memberikan tekanan lebih besar terhadap harga,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, kelancaran distribusi menjadi kunci untuk mencegah kenaikan harga meluas. Koordinasi dengan pihak terkait juga akan dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

“Kami terus berupaya menjaga agar pasokan tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Kami akan melakukan pemantauan secara berkala dan mengambil langkah yang diperlukan apabila terdapat indikasi kenaikan harga yang cukup signifikan,” tutupnya.(wir)

Editor : Edwar Yaman
Marwan Harga Ayam Ras disperindag meranti kepulauan meranti