Meranti Bidik Sumber PAD Sektor Sagu dan Sarang Walet

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Bupati Kepulauan Meranti H Asmar. (Dok Riaupos.co)
Bupati Kepulauan Meranti H Asmar. (Dok Riaupos.co)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -  Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai membidik potensi penerimaan dari sektor usaha yang selama ini dinilai belum optimal, terutama industri sagu dan usaha sarang burung walet. 

Pemkab mendorong penguatan pendataan dan kepatuhan perpajakan agar aktivitas ekonomi tersebut ikut memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Upaya itu dibahas dalam pertemuan Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama jajaran Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bengkalis di ruang rapat Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Siswi SMKN 1 Tembilahan Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok

Bagi Pemkab Meranti, sektor sagu dan sarang walet memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Karena itu, pengusaha di sektor tersebut menjadi salah satu sasaran edukasi dan pendataan perpajakan yang akan diperkuat bersama KPP Pratama Bengkalis.

Kepala KPP Pratama Bengkalis Renni mengatakan pihaknya siap mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kepatuhan wajib pajak. Pendampingan tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi.

“Kami siap berkolaborasi dan melakukan edukasi agar kepatuhan pajak dapat diketahui lebih awal,” ujar Renni.

Baca Juga: Pentingnya Ekosistem dalam Pengelolaan Sampah

Menurutnya, edukasi dan sosialisasi akan dilakukan kepada sejumlah kelompok, mulai dari bendahara pemerintah, pelaku UMKM, koperasi, hotel, restoran hingga sektor usaha lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelaku usaha memahami hak dan kewajiban perpajakannya sekaligus mendorong kepatuhan sejak awal.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar secara khusus meminta sektor usaha potensial di daerah tidak luput dari perhatian. Selain pengusaha sarang burung walet dan kilang sagu, ia juga menyebut sektor usaha serta pertambangan lainnya yang dinilai memiliki potensi penerimaan.

Baca Juga: Edarkan Pil Ekstasi, Polsek Pasir Penyu Bekuk Tiga Wanita di Dua Lokasi Berbeda 

“Masalah pajak, mari kita selesaikan bersama. Kita angkat PAD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Asmar.

Menurutnya, peningkatan penerimaan daerah menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai persoalan pembangunan yang masih harus ditangani pemerintah. Semakin besar penerimaan yang bisa dioptimalkan, semakin besar pula ruang fiskal yang dimiliki daerah untuk membiayai kebutuhan masyarakat.

Namun, Asmar meminta pendekatan kepada wajib pajak dilakukan secara humanis dan menyesuaikan karakter masyarakat Meranti.

Baca Juga: Penghargaan Hukum Jangan Berhenti di Plakat, Meranti Dituntut Buktikan di Lapangan

Ia berharap KPP Pratama Bengkalis tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi penerimaan yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Pajak sangat penting bagi Meranti. Dengan kerja sama yang baik, kita berharap penerimaan daerah semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Asmar juga meminta perhatian terhadap hak-hak daerah dari sektor-sektor penghasil serta mekanisme pembagian hasil yang berkaitan dengan karakteristik Meranti sebagai daerah kepulauan.

Baca Juga: Medali Emas dari Siswa MAN 1 Pekanbaru untuk Indonesia

Sementara itu, Renni menegaskan KPP Pratama Bengkalis siap memperkuat koordinasi dengan Pemkab Meranti. Selain meningkatkan kepatuhan, kerja sama tersebut diarahkan agar informasi perpajakan dapat lebih mudah diterima masyarakat dan pelaku usaha.

“Kami ingin terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terkait perpajakan di seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti. Selain itu, kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun para pengusaha,” katanya. (wir)

Editor : M. Erizal
bupati meranti sarang walet bupati asmar meranti sagu