SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kepulauan Meranti kembali tercatat terjadi di tiga lokasi dengan total luasan mencapai sekitar 7,03 hektare. Hingga Rabu (26/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pemantauan dan pendinginan di sejumlah titik.
Berdasarkan laporan harian BPBD Kepulauan Meranti, kebakaran terjadi di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, dengan luasan sekitar 2 hektare. Karhutla di lokasi tersebut telah memasuki hari kedelapan penanganan.
Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Meranti M Khardafi mengatakan, titik api di Gemala Sari sudah nihil. Namun, masih ditemukan asap di beberapa bagian lahan gambut yang terbakar.
Baca Juga: Agustus, Sudah Tiga Tersangka Diamankan, Karhutla di Sungai Guntung Hilir Belum Ada Proses Hukum
"Tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan. Titik api nihil, tetapi masih ada asap sehingga terus dilakukan pendinginan dan pembuatan sekatan agar api tidak menjalar," ujar Khardafi dalam laporan BPBD, Rabu (26/8).
Kondisi di lokasi cukup menantang karena cuaca panas dan berangin, sementara tanah gambut dalam kondisi kering. Sumber air juga berada cukup jauh, sekitar 600 meter dari lokasi kebakaran.
Selain Gemala Sari, karhutla juga terjadi di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, dengan luasan sekitar 0,03 hektare. Kebakaran yang telah ditangani selama empat hari tersebut kini dinyatakan padam total setelah diguyur hujan.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Warga di Tengah Kabut Asap, Polsek Pangean Bagi-bagi Masker
Sementara itu, kebakaran dengan luasan terbesar terjadi di Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 5 hektare dan merupakan kawasan kebun sagu milik masyarakat.
Di Kepau Baru, titik api maupun asap sudah nihil. BPBD mencatat karhutla di lokasi tersebut juga padam total setelah hujan turun. "Untuk Kepau Baru dan Bokor, kondisi terakhir sudah padam total karena hujan. Namun tetap perlu kewaspadaan, terutama di lahan gambut," kata Khardafi.
Dalam penanganan di tiga lokasi tersebut, tim gabungan melibatkan unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan kecamatan, perusahaan serta masyarakat. Sejumlah peralatan juga dikerahkan, mulai dari mesin pemadam mini, nozzle dan selang hingga satu unit excavator di Kepau Baru.
Baca Juga: 60 Hektare Lahan Gambut Rimbo Panjang Terdampak Karhutla, 15 Ha Masih Berasap
BPBD mencatat total luas lahan yang terbakar dalam laporan harian mencapai 7,03 hektare. Rinciannya, 5 hektare di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, 2 hektare di Rangsang dan 0,03 hektare di Rangsang Barat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan gambut mengering. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Laporan dan perkembangan di lapangan terus kami pantau. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga keselamatan dalam beraktivitas," tutup Khardafi.
Editor : Rinaldi