Usai Dilanda Kemarau Panjang, Hujan Lebat Guyur Selatpanjang

Wira Saputra • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:46 WIB
Setelah beberapa pekan dilanda cuaca panas dan minim hujan, wilayah Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya diguyur hujan lebat, Selasa (1/9/2026) sore. (Wira Saputra/Riaupos.co)
Setelah beberapa pekan dilanda cuaca panas dan minim hujan, wilayah Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya diguyur hujan lebat, Selasa (1/9/2026) sore. (Wira Saputra/Riaupos.co)

 

SELATPANJANG(RIAUPOS.CO) – Setelah beberapa pekan dilanda cuaca panas dan minim hujan, wilayah Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti, akhirnya diguyur hujan lebat, Selasa (1/9/2026) sore.

Hujan mulai turun sekitar pukul 16.10 WIB. Intensitas hujan cukup tinggi dan berlangsung di sejumlah kawasan di pusat kota Selatpanjang.

Turunnya hujan menjadi kabar baik setelah masyarakat sebelumnya menghadapi kemarau panjang yang ditandai dengan kondisi cuaca panas dan kering. Hujan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembapan lahan serta mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 Baca Juga: Gandeng BAZNAS, Wako Agung Nugroho Bangunkan Rumah untuk Korban Kebakaran di Marpoyan Damai

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti, M Khardafi, saat dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (1/9/2026), mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan dampaknya di wilayah Meranti.

"Benar hujan lebat setelah dilanda kemarau panjang. Meskipun demikian kondisi ini perlu disikapi dengan tetap mewaspadai kemungkinan munculnya genangan, terutama jika curah hujan tinggi berlangsung dalam waktu cukup lama," ujarnya.

Di sisi lain, hujan tersebut turut membantu membasahi kawasan yang sebelumnya mengalami kondisi kering akibat minimnya curah hujan.

Baca Juga: Perpanjangan Masa Jabatan Kades, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan

"BPBD Kepulauan Meranti juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Terlebih, setelah periode panas dan kering, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik yang memiliki sistem drainase kurang optimal," bebernya.

Hujan sore itu sekaligus menjadi penanda perubahan kondisi cuaca di Selatpanjang. "Setelah lama menunggu guyuran hujan, masyarakat kini kembali dihadapkan pada tantangan berbeda, yakni mengantisipasi dampak hujan berintensitas tinggi," terangnya.(wir)

 

Editor : Edwar Yaman
kemarau selatpanjang hujan lebat