Tiga Mesin Rusak, Warga Rangsang Pesisir Harus Rela Listrik Padam hingga 8 Jam Setiap Hari 

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:09 WIB
Ilustrasi orang tua mendampingi anaknya belajar saat listrik padam. (Dok Jawapos.com)
Ilustrasi orang tua mendampingi anaknya belajar di malam hari saat listrik padam. (Dok Jawapos.com)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) -- Warga Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, masih harus berhadapan dengan pemadaman listrik bergilir. Dalam kondisi terburuk, listrik hanya menyala sekitar empat jam sebelum kembali padam hingga delapan jam.

Gangguan tersebut terjadi setelah tiga mesin pembangkit di PLN Sub Lemang mengalami kerusakan. Akibatnya, kapasitas daya yang tersedia berkurang sekitar 900 kW sehingga pasokan listrik tidak mampu memenuhi kebutuhan normal masyarakat.

Kondisi ini mulai menimbulkan keluhan warga karena tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dikhawatirkan berdampak pada peralatan elektronik dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: 1.226 Pil Ekstasi Disimpan dalam Tas di Lemari Rumah, Polresta Pekanbaru Tangkap Pemasok 

Camat Rangsang Pesisir, Aminullah, mengatakan keluhan masyarakat cukup banyak akibat pola pemadaman yang berlangsung bergiliran.

"Keluhan masyarakat cukup banyak karena listrik empat jam hidup dan delapan jam mati secara bergiliran. Kondisi ini mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat, termasuk membuat sejumlah peralatan elektronik berisiko rusak," kata Aminullah usai audiensi bersama PLN ULP Selatpanjang belum lama ini.

Sementara itu, Manajer ULP Selatpanjang, Roni Saputra, menjelaskan PLN tengah melakukan perbaikan terhadap tiga mesin pembangkit yang rusak. Mesin-mesin tersebut diperkirakan dapat kembali beroperasi secara bertahap.

Baca Juga: Pembelajaran Tatap Muka di Kuansing Berjalan Normal, Kualitas Udara Tingkat Sedang

"Secara umum, PLN Sub Lemang ditargetkan kembali normal pada pekan pertama September 2026," ujar Roni.

Selain memperbaiki mesin yang mengalami kerusakan, PLN juga menyiapkan mesin pembangkit baru sebagai tambahan pasokan daya untuk wilayah tersebut.

Roni menyebut pengerjaan mesin baru telah mencapai sekitar 80 persen. Mesin itu nantinya segera dikirim ke wilayah Rangsang Pesisir, meski hingga kini belum ada kepastian tanggal kedatangannya.

Baca Juga: Nalladia Ayu Mundur dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, Ini Penggantinya

Setelah persoalan pembangkit selesai, PLN juga akan melanjutkan pembenahan jaringan yang masih mengalami gangguan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Rangsang Pesisir masih harus bersabar menghadapi pemadaman bergilir hingga kapasitas pembangkit kembali mencukupi kebutuhan listrik secara normal.

Editor : Rinaldi
listrik pln padam total tiga mesin rusak rangsang pesisir