Karhutla Kembali Muncul di Meranti, Sumber Air Sulit, Gambut Kering Terpaksa Disiram Air Laut 

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 20:30 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Selasa (15/9/2026). (BPBD Meranti untuk Riaupos.co)
Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan lahan gambut di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, Selasa (15/9/2026). (BPBD Meranti untuk Riaupos.co)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Kepulauan Meranti kembali dihadapkan pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah sempat nihil karhutla dan penanganan dinyatakan rampung sekitar sepekan lalu, titik api kembali ditemukan di Desa Tanah Merah, Kecamatan Rangsang Pesisir.

Kebakaran kali ini terjadi di kawasan kebun warga dan hutan desa yang didominasi lahan gambut. Tim gabungan kembali diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan agar api tidak kembali menjalar.

Sekretaris BPBD Kepulauan Meranti, Tarmizi, mengatakan penanganan dilakukan sejak ditemukannya titik kebakaran. Pada Selasa (15/9/2026), tim Satgas BPBD bersama unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga melakukan pendinginan di lokasi.

Baca Juga: Dinding Masih Triplek, Disdikpora Kampar Janji Bangun Dua Kelas Permanen SDN 007 Sungai Agung

“Lahan yang terbakar sekitar setengah hektare dan seluruhnya sudah berhasil dipadamkan. Namun karena kondisi gambut kering dan cuaca panas, pendinginan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya api kembali,” ujar Tarmizi.

Lokasi kebakaran berada pada titik koordinat 1°9'8.78" N, 102°47'14.35" E. Hingga kini, penyebab kebakaran maupun pemilik lahan masih dalam penyelidikan.

Sebanyak 38 personel terlibat dalam penanganan. Mereka terdiri dari enam personel kepolisian, satu personel TNI, delapan anggota BPBD, lima petugas kecamatan, tujuh anggota MPA dan 11 masyarakat.

Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Bekali Siswa dengan Ilmu Jurnalistik, Videografi, dan Fotografi

Petugas mengerahkan empat unit mesin mini strike, 30 roll selang, lima unit tong air gendong dan sejumlah peralatan pendukung lainnya. Selain pemadaman manual, tim juga menggunakan drone untuk memantau kondisi area yang terbakar.

Tarmizi menyebut kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Selain cuaca panas dan hamparan gambut yang kering, ketersediaan sumber air juga terbatas karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari laut.

“Hambatannya cukup berat karena gambut dalam kondisi kering. Sumber air yang tersedia di sekitar lokasi juga terbatas, sehingga yang ada sebagian besar air laut,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Pekanbaru Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar

BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendinginan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di dalam lapisan gambut yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Munculnya kembali karhutla ini menjadi perhatian karena sebelumnya kondisi karhutla di Kepulauan Meranti sempat dinyatakan nihil setelah penanganan titik-titik kebakaran sebelumnya selesai dilakukan.(wir)

Editor : M. Erizal
BPBD Kepulauan Meranti karhutla meranti kebakaran lahan gambut