Stok BBM di Meranti Masih Aman

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 10:36 WIB
SPBU: Situasi pengisian BBM di SPBU Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, belum lama ini. Disperindag Kepulauan Meranti menyebut stok BBM masih aman.(wira saputra/riau pos)
SPBU: Situasi pengisian BBM di SPBU Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, belum lama ini. Disperindag Kepulauan Meranti menyebut stok BBM masih aman.(wira saputra/riau pos)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Ke­tersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Meranti masih dalam kondisi aman. Penya­luran kepada masyarakat juga berjalan sesuai jadwal, meski di sejumlah daerah di luar Meranti mulai terjadi antrean kendaraan saat pengisian BBM.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Meranti, Miftaulaid, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi pasokan dan penyaluran BBM melalui sejumlah Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di wilayah Meranti.

”Untuk kondisi di Meranti, stok BBM masih aman dan penyalurannya masih sesuai jadwal,” ujar Miftaulaid kepada Riau Pos, Selasa (22/9). 

Baca Juga: DPRD Kepulauan Meranti Soroti Pindahnya Puluhan ASN  

Menurutnya, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah karena BBM merupakan kebutuhan penting masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas transportasi dan kegiatan ekonomi.

Miftaulaid menegaskan, Disperindag akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

”Yang terpenting saat ini distribusi tetap berjalan dan stok masih aman. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” katanya.

Baca Juga: Stok BBM Meranti Masih Aman, Penyaluran Berjalan Sesuai Jadwal

Berdasarkan rekapitulasi perbandingan realisasi BBM setiap APMS Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2025–2026, total realisasi Pertalite pada Januari hingga Agustus 2026 tercatat mencapai 10.309 kiloliter (kl). Sementara sepanjang 2025 tercatat 9.123 kiloliter. Dengan demikian, realisasi Pertalite dalam delapan bulan pada 2026 telah melampaui total realisasi tahun sebelumnya sebesar 1.186 kiloliter. 

Sementara untuk solar, realisasi sepanjang 2025 tercatat 5.081 kiloliter, sedangkan pada periode Januari–Agustus 2026 mencapai 4.410 kiloliter. Angka tersebut belum mencakup empat bulan terakhir tahun 2026 sehingga belum dapat dibandingkan sebagai realisasi satu tahun penuh. 

Baca Juga: APBD-P Meranti Mulai Dibahas, KUA-PPAS Terpaut Rp2 Miliar dari RKPD

Rekapitulasi tersebut juga menunjukkan adanya realisasi penyaluran pada sejumlah APMS di berbagai wilayah Meranti.

Data tersebut merupakan rekapitulasi berdasarkan laporan yang disampaikan oleh masing-masing APMS kepada Disperindag Kabupaten Kepulauan Meranti.(wir)

Editor : Arif Oktafian
kepulauan meranti bbm meranti selatpanjang