Krisis Listrik di Meranti Mulai Beringsut, Berikut Penanganan PLN Terhadap 3 Titik Pembangkit 

Wira Saputra • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:00 WIB
Situasi salah satu pembangkit di Kepulauan Meranti yang sedang proses perbaikan oleh jajaran PLN ULP Selatpanjang belum lama ini. (Wira Saputra/Riaupos.co)
Situasi salah satu pembangkit di Kepulauan Meranti yang sedang proses perbaikan oleh jajaran PLN ULP Selatpanjang belum lama ini. (Wira Saputra/Riaupos.co)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Krisis kelistrikan di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti mulai mereda. Namun, kondisi sistem pembangkit belum sepenuhnya longgar. Di sejumlah daerah, kapasitas pembangkit masih nyaris berimpit dengan beban puncak sehingga ruang cadangan sangat tipis.

Kepala ULP PLN Selatpanjang Roni Saputra mengatakan kondisi di Tanjung Samak saat ini sudah kembali normal dan tidak mengalami defisit daya. Namun, sistem masih berada dalam kondisi siaga karena kapasitas pembangkit hanya sekitar 2 Megawatt (MW), sementara beban puncak mencapai 1,9 hingga 2 MW.

“Sekarang kondisi siaga, tidak ada defisit. Tapi pas-pasan. Sesekali masih ada gangguan jaringan,” ujar Roni kepada Riau Pos, Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Jenazah Kru Kapal Ditemukan, 5 Jurnalis Hilang saat Erupsi Anak Krakatau Dicari lewat Patroli Rutin

Sebelumnya, Tanjung Samak sempat mengalami tekanan setelah salah satu unit pembangkit mengalami gangguan hingga kehilangan daya sekitar 400 kilowatt (kW). Menurut Roni, unit tersebut kini telah diperbaiki dan material yang dibutuhkan sudah tersedia.

“Sudah diperbaiki. Satu hari setelah demo itu sudah tidak ada pemadaman lagi,” katanya.

Meski kondisi mulai stabil, PLN tetap menyiapkan langkah untuk mempertebal cadangan daya. Salah satunya dengan memanfaatkan mesin baru yang direncanakan masuk ke sistem Lemang.

Baca Juga: Genap 10 Tahun, Ayola First Point Hotel Pekanbaru Usung Tema "A Decade Of Excellence"

Di Lemang, kebutuhan daya saat beban puncak mencapai sekitar 2,2 MW, sedangkan kapasitas yang tersedia saat ini hanya sekitar 2 MW. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 200 kW.

PLN berencana mendatangkan mesin berkapasitas 2 MW untuk Lemang. Jika mesin tersebut masuk sesuai rencana, sebagian mesin yang ada berpotensi direlokasi ke Tanjung Samak untuk memperkuat cadangan.

“Rencananya mesin yang datang untuk Lemang itu 2 MW. Sebagian mesinnya nanti bisa direlokasi ke Tanjung Samak untuk cadangan. Tapi ini masih rencana, belum final. Kami lihat dulu kondisi sistem ketika mesin datang,” jelas Roni.

Baca Juga: Wako Agung Minta Camat Tak Ketinggalan Informasi Keluhan Warga

Kabar terbaru, mesin tersebut ditargetkan tiba pada akhir Oktober. Roni menyebut proses pengadaan sebelumnya sempat terkendala perubahan pengurusan di lingkungan anak perusahaan PLN.

“Vendor-nya sudah ada. Mudah-mudahan akhir Oktober datang 2 MW. Ini prosesnya sebenarnya sudah dari awal tahun,” ungkapnya.

Teluk Belitung Juga Masih Rawan

Baca Juga: Sutrianto, Mantan Direktur PT Riau Pos Intermedia Divonis 1 tahun Hukuman Percobaan

Sementara itu, kondisi kelistrikan di Teluk Belitung juga mulai kembali normal. Gangguan pada mesin diesel yang sebelumnya menyebabkan hilangnya daya sekitar 400 kW telah selesai diperbaiki.

“Baru tadi malam normal. Sekarang tidak ada lagi pemadaman,” kata Roni.

Namun, kondisi tersebut masih menjadi solusi jangka pendek. Beban puncak Teluk Belitung tercatat mencapai 2,6 MW, dengan beban rata-rata sekitar 2,3 hingga 2,4 MW.

Baca Juga: BRI Private Gandeng Siloam Hospitals, Hadirkan Medical Check Up Eksklusif

Kondisi semakin menantang karena pembangkit yang beroperasi merupakan kombinasi PLTG dan PLTD, sementara sebagian mesin sudah berusia tua.

“Mesinnya sudah tua. Makanya kami usulkan masuk mesin baru 2 MW,” ujarnya.

Berbeda dengan Lemang, mesin baru untuk Teluk Belitung masih berada pada tahap awal proses pengusulan dan membutuhkan persetujuan PLN Pusat. Karena proses pengadaan pembangkit membutuhkan waktu cukup panjang, PLN juga menyiapkan opsi sementara berupa penyewaan mesin.

Baca Juga: Polda dan Polres Bengkalis Gelar Pengungkapan Tindak Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara

“Solusi jangka pendeknya kami usahakan tambahan mesin sementara, rencananya sewa temporer,” jelas Roni.

Usulan tersebut telah mendapat respons positif dari PLN wilayah. Namun, keputusan akhir tetap berada di PLN Pusat.

Menurut Roni, tambahan daya menjadi penting karena potensi pertumbuhan beban di Teluk Belitung cukup besar. Selain pelanggan eksisting, terdapat aktivitas usaha seperti tambak udang dan kilang sagu yang membutuhkan pasokan listrik, termasuk untuk operasional malam hari.

Baca Juga: HUT Kuansing Semakin Dekat, Pemkab Siapkan Serangkaian Kegiatan

“Kami sedang usahakan percepatan. Rencana awal masih 2 MW,” katanya.

Dengan demikian, meski gangguan di Tanjung Samak dan Teluk Belitung mulai tertangani, PLN masih harus mengejar tambahan kapasitas agar sistem tidak kembali masuk fase krisis ketika salah satu mesin mengalami gangguan.

“Proses pengadaan memang panjang dan biayanya besar. Tidak semudah membalikkan telapak tangan,” pungkas Roni.(wir)

Editor : M. Erizal
kepulauan meranti pln krisis listrik di meranti