Krisis Listrik di Meranti Mulai Teratasi

Wira Saputra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:31 WIB
PERIKSA PEMBANGKIT: Seorang petugas PLN sedang memeriksa pembangkit listrik di Kepulauan Meranti yang dalam proses perbaikan, belum lama ini.(wira saputra/riau pos)
PERIKSA PEMBANGKIT: Seorang petugas PLN sedang memeriksa pembangkit listrik di Kepulauan Meranti yang dalam proses perbaikan, belum lama ini.(wira saputra/riau pos)

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Krisis kelistrikan di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti mulai membaik. Namun, kondisi sistem pembangkit belum sepenuhnya pulih. Di sejumlah daerah, kapasitas pembangkit masih harus bekerja keras dengan beban puncak, sehingga ruang cadangan sangat tipis.

Kepala ULP PLN Selatpanjang Roni Saputra mengatakan, kondisi di Tanjung Samak saat ini sudah kembali normal dan tidak mengalami defisit daya. Namun, sistem masih berada dalam kondisi siaga, karena kapasitas pembangkit hanya sekitar 2 Megawatt (MW), sementara beban puncak mencapai 1,9 hingga 2 MW.

“Sekarang kondisi siaga, tidak ada defisit. Tapi pas-pasan. Sesekali masih ada gangguan jaringan,” ujar Roni kepada Riau Pos, Rabu (23/9).

Sebelumnya, Tanjung Samak sempat mengalami tekanan setelah salah satu unit pembangkit mengalami gangguan hingga kehila­ngan daya sekitar 400 kilowatt (Kw). Menurut Roni, unit tersebut kini telah diperbaiki dan material yang dibutuhkan sudah tersedia.

Baca Juga: APBD-P Kepulauan Meranti Mulai Dibahas, KUA-PPAS Terpaut Rp2 Miliar dari RKPD

“Sudah diperbaiki. Satu hari setelah demo itu sudah tidak ada pemadaman lagi,” katanya.

Meski kondisi mulai stabil, PLN tetap menyiapkan langkah untuk memperkuat cadangan daya. Salah satunya dengan memanfaatkan mesin baru yang direncanakan masuk ke sistem Lemang.

Di Lemang, kebutuhan daya saat beban puncak mencapai sekitar 2,2 MW, sedangkan kapasitas yang tersedia saat ini hanya sekitar 2 MW. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 200 Kw.

PLN berencana mendatangkan mesin berkapasitas 2 MW untuk Lemang. Jika mesin tersebut masuk sesuai rencana, sebagian mesin yang ada berpotensi direlokasi ke Tanjung Samak untuk memperkuat cadangan.

Baca Juga: Krisis Listrik di Meranti Mulai Beringsut, Berikut Penanganan PLN Terhadap 3 Titik Pembangkit 

 


“Rencananya mesin yang datang untuk Lemang itu 2 MW. Sebagian mesinnya nanti bisa direlokasi ke Tanjung Samak untuk cada­ngan. Tapi ini masih rencana, belum final. Kami lihat dulu kondisi sistem ketika mesin datang,” jelas Roni.

Kabar terbaru, mesin tersebut ditargetkan tiba pada akhir Oktober. Roni menyebut proses pengadaan sebelumnya sempat terkendala perubahan pengurusan di lingkungan anak perusahaan PLN.

“Vendor-nya sudah ada. Mudah-mudahan akhir Oktober datang 2 MW. Ini prosesnya sebenarnya sudah dari awal tahun,” ungkapnya.

Teluk Belitung Juga Masih Rawan

Sementara itu, kondisi kelistrikan di Teluk Belitung juga mulai kembali normal. Gangguan pada mesin diesel yang sebelumnya menyebabkan hilangnya daya sekitar 400 Kw telah selesai diperbaiki. “Baru tadi malam normal. Sekarang tidak ada lagi pemadaman,” kata Roni.

Baca Juga: Wahid, Menanam Jamur, Menumbuhkan Harapan

Namun, kondisi tersebut masih menjadi solusi jangka pendek. Beban puncak Teluk Belitung tercatat mencapai 2,6 MW, dengan beban rata-rata sekitar 2,3 hingga 2,4 MW.

Kondisi semakin menantang, karena pembangkit yang beroperasi merupakan kombinasi PLTG dan PLTD, sementara sebagian mesin sudah berusia tua. “Mesin­nya sudah tua. Makanya kami usulkan masuk mesin baru 2 MW,” ujarnya.

Berbeda dengan Lemang, mesin baru untuk Teluk Belitung masih berada pada tahap awal proses pengusulan dan membutuhkan persetujuan PLN Pusat. Karena proses pengadaan pembangkit membutuhkan waktu cukup panjang, PLN juga menyiapkan opsi sementara berupa penyewaan mesin.

“Solusi jangka pendeknya kami usahakan tambahan mesin sementara, rencananya sewa temporer,” jelas Roni.

Baca Juga: Stok BBM di Meranti Masih Aman

Usulan tersebut telah mendapat respons positif dari PLN wilayah. Namun, keputusan akhir tetap berada di PLN Pusat.

Menurut Roni, tambahan daya menjadi penting karena potensi pertumbuhan beban di Teluk Belitung cukup besar. Selain pelanggan eksisting, terdapat aktivitas usaha seperti tambak udang dan kilang sagu yang membutuhkan pasokan listrik, termasuk untuk operasional malam hari.

“Kami sedang usahakan percepatan. Rencana awal masih 2 MW,” katanya.

Baca Juga: DPRD Kepulauan Meranti Soroti Pindahnya Puluhan ASN  

Dengan demikian, meski gangguan di Tanjung Samak dan Teluk Belitung mulai tertangani, PLN masih harus mengejar tambahan kapasitas agar sistem tidak kembali masuk fase krisis.(wir)

 

Editor : Arif Oktafian
kepulauan meranti pln meranti selatpanjang