Solidaritas Guru Meranti, Kumpulkan Rp61,5 Juta untuk Guru Korban Kebakaran

Wira Saputra • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:17 WIB
Bupati Meranti AKBP (Purn) H. Asmar serahkan santunan Rp61,526 juta kepada Rosmayanti Mariesta, guru yang menjadi korban kebakaran di Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Rabu (30/9/2026). (Istimewa)
Bupati Meranti AKBP (Purn) H. Asmar serahkan santunan Rp61,526 juta kepada Rosmayanti Mariesta, guru yang menjadi korban kebakaran di Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Rabu (30/9/2026). (Istimewa)

 

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) — Musibah kebakaran yang menimpa keluarga seorang guru di Jalan Tanjung Harapan, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, menggerakkan solidaritas para pendidik di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dari tangan ke tangan, keluarga besar guru bersama aparatur sipil negara (ASN) mengumpulkan donasi hingga terkumpul Rp61.526.000. Bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada keluarga korban oleh Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, kemarin (30/9/2026).

Kebakaran yang terjadi pada 20 September lalu menghanguskan rumah keluarga korban. Salah satu anggota keluarga yang terdampak merupakan guru yang selama ini mengabdi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Terjadi di Kelurahan Bagan Barat Rohil, Api Masih Belum Berhasil Dipadamkan

Plt Kepala Dinas Pendidikan Meranti, R. Yusran, mengatakan penggalangan donasi dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai musibah tersebut.

Menurutnya, bantuan merupakan bentuk kepedulian para guru terhadap rekan seprofesi yang sedang menghadapi musibah.

“Pada 20 September telah terjadi musibah kebakaran di rumah kediaman salah satu guru. Kami kemudian mendapat arahan untuk menggalang donasi dari rekan-rekan guru se-Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Yusran.

Baca Juga: Polisi Bekuk Pria 27 Tahun di Area Parkir Hotel, Diduga Pengedar 122 Butir Ekstasi

Dari aksi solidaritas tersebut terkumpul dana Rp61.526.000. Tidak hanya uang, para guru juga menyiapkan sejumlah perlengkapan rumah tangga untuk membantu keluarga korban memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal.

“Alhamdulillah, dari donasi rekan-rekan guru se-Kabupaten Kepulauan Meranti telah terkumpul Rp61.526.000. Kami juga menyiapkan bantuan berupa perlengkapan rumah tangga untuk ibu dan anaknya,” ujarnya.

Bantuan itu diserahkan Bupati Asmar didampingi Kepala Dinas Sosial Meranti Rokhaizal, Plt Kepala Dinas Pendidikan R. Yusran, Ketua PGRI Meranti Alfian Husein, Kepala Dinas Kominfotik Sukri, Kabag Prokopim Yusran, Camat Tebing Tinggi Ratna Juwita serta sejumlah pejabat lainnya.

Baca Juga: Puncak Milad Ke-64, Unri Hadirkan Nadhif Basalamah pada Pesta Kuliner Nusantara

Santunan diterima Rosmayanti Mariesta, 25, salah satu anak keluarga korban. Suasana haru terlihat saat bantuan tersebut diterima.

Rosmayanti menyampaikan terima kasih kepada Bupati Asmar, Pemkab Kepulauan Meranti, keluarga besar guru, ASN dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada keluarganya.

“Terima kasih atas semua bantuan yang telah diberikan. Semoga semua yang telah membantu dilindungi oleh Allah SWT,” ucapnya.

Baca Juga: Milad Ke-13 Desa Bantan Sari Digelar Sederha dengan Lantunan Doa

Bupati Asmar mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar nilai rupiah. Di balik santunan itu terdapat kepedulian dan kekompakan keluarga besar guru serta ASN di Meranti.

“Ini adalah bentuk kekompakan bersama. Para guru dan ASN ketika ada sesama guru atau ASN yang mendapat musibah, santunan ini menjadi bentuk dukungan dan kepedulian kita,” kata Asmar.

Ia berharap bantuan yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu membangun kembali rumah keluarga korban, terutama membeli material bangunan.

Baca Juga: Layanan Cuci Darah di RSUD Selatpanjang Terkendala Izin, Operasional Belum Jelas

“Dengan bantuan Rp61.526.000 ini, mudah-mudahan bisa membantu membeli material bangunan, sehingga rumah Bu Rosmayanti dapat dibangun kembali,” ujarnya.

Asmar juga mengapresiasi masyarakat dan keluarga korban yang turut bergotong royong membantu proses pembangunan kembali rumah yang terbakar.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan keluarga besar guru, kami turut merasakan kesedihan yang dialami Bu Ros dan keluarga. Musibah ini merupakan ketetapan Allah SWT. Kita harus tetap sabar dalam menghadapinya dan mudah-mudahan ada hikmah di balik musibah ini,” ungkapnya. (wir)

Editor : M. Erizal
guru di meranti korban kebakaran bantuan korban kebakaran